• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Erick: China Siap Investasi Rp197 Triliun untuk Industri Baterai di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
October 17, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Erick: China Siap Investasi Rp197 Triliun untuk Industri Baterai di Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Ad Interim Republik Indonesia, Erick Thohir mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya ke China pada 16-18 Oktober 2023. Foto: BPMI Setpres

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Ad Interim Republik Indonesia, Erick Thohir mengungkapkan bahwa kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke China menghasilkan kerja sama antara kedua negara senilai US$12,6 miliar atau Rp197,47 triliun.

Erick turut gadir di China mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya ke China pada 16-18 Oktober 2023.

Erick mengatakan dalam kunjungan kerja ke China, pemerintah menjajaki kerja sama melalui Indonesia-China Business Forum. Dalam forum tersebut, dia menyebut kedua negara telah sepakat untuk menandantangani 11 dokumen kerja sama investasi di berbagai bidang seperti pengembangan industri baterai listrik hingga energi hijau.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kerja sama senilai US$12,6 miliar ini terjalin antara perusahaan swasta-swasta, BUMN-swasta, maupun BUMN-BUMN. Ini untuk memperkuat pengembangan industri baterai listrik, energi hijau, dan teknologi kesehatan di Indonesia, agar bisa meningkatkan pembukaan lapangan pekerjaan,” kata Erick Thohir dikutip dari akun Instagramnya @erickthohir, Senin (16/10/2023).

Sebelumnya, Erick menyatakan salah satu isu yang dibahas dalam kunjungan Jokowi ke China ialah soal rencana pengembangan proyek kereta cepat ke Surabaya.

Erick menuturkan rencananya, Jokowi dan Presiden China Xi Jinping akan membahas sejumlah isu prioritas seperti peningkatan ekspor Indonesia, peningkatan investasi, dan pembangunan ketahanan pangan.

“Kalau di China itu salah satunya memang diskusi lebih mendalam keberlanjutan kereta cepat dari Bandung ke Surabaya yang studinya sedang dipelajari, tetapi kita juga ingin terus memperbaiki namanya struktur kerja samanya, apakah kepemilikan, bunga dan lain-lain,” kata Erick dalam keterangan dikutip dari Antara, Senin (16/10/2023).

Erick mengatakan, ingin memasukkan PT INKA sebagai bagian dari Proyek Kereta Cepat Bandung-Surabaya.

Menurut Erick, saat ini INKA sudah bisa membangun LRT, dengan berbagai masukan masyarakat pada awalnya. Selain itu, Erick menekankan perlunya penambahan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek kereta cepat Bandung-Surabaya sehingga keterlibatan INKA menjadi sejalan.

“Makanya dalam rangka meningkatkan TKDN maka kita melakukan kerja sama INKA, sehingga untuk kereta cepat ke depan bisa sama-sama membangun,” katanya.

Pertemuan dengan China juga ingin mendiskusikan perbaikan struktur kerja samanya. Itu termasuk isu kepemilikan hingga suku bunga.

“Kalau kita mau menjadi negara maju, namanya infrastrukturnya harus dibangun, apakah jalan tol, kereta api, pelabuhan, bandara yang memang pasti akan perlu waktu. Membangun infrastruktur perlu waktu,” ujar Erick.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi bertolak ke China pada Senin (16/10/2023) pagi. Kunjungan kerja Presiden kali ini untuk menghadiri Belt and Road Forum for International Cooperation yang ke-3 di Beijing.

Setelah dari China, Jokowi akan menghadiri KTT pertama ASEAN GCC (Gulf Cooperation Countries) di Riyadh.

“Hari ini saya dan delegasi akan melakukan kunjungan kerja ke Beijing dan Riyadh, Kerajaan Arab Saudi,” ucap Jokowi.

Di China, Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping pada tanggal 17 Oktober 2023 dan menghadiri Belt and Road Forum for International Cooperation yang ke-3 pada tanggal 18 Oktober 2023. Selain itu, Presiden juga diagendakan bertemu dengan PM Li Qiang dan Ketua Parlemen RRT Zhao Leji.

“Sejumlah isu prioritas yang akan kita bahas dengan China antara lain, peningkatan ekspor Indonesia, peningkatan investasi, dan pembangunan ketahanan pangan,” ungkapnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Investasi BateraiKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.