• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Imbas Perang Dagang, PDB Global Turun USD700 Miliar

by Redaksi Asiatoday
October 9, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Imbas Perang Dagang, PDB Global Turun USD700 Miliar

Direktur Pelaksana Dana International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva. Foto : IMF

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Ketua Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan perselisihan perdagangan berdampak pada ekonomi global. Bahkan, kondisi tersebut secara substansial melemahkan aktivitas manufaktur dan investasi dan menahan potensi ekonomi.

“Untuk ekonomi global, efek kumulatif dari konflik perdagangan dapat berarti kerugian sekitar USD700 miliar pada 2020 atau sekitar 0,8 persen dari PDB,” kata Georgieva, seperti dikutip dari Antara, Rabu (9/10/2019).

“Sebagai referensi, ini kira-kira seukuran seluruh ekonomi Swiss,” tambahnya yang juga seorang ekonom Bulgaria, yang menggantikan Christine Lagarde dari Prancis dan mulai menjabat pada 1 Oktober 2019.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Georgieva, yang merupakan mantan Kepala Eksekutif Bank Dunia mengatakan konflik perdagangan AS-Tiongkok tidak hanya meningkatkan biaya langsung pada bisnis dan konsumen, tetapi juga menyebabkan efek sekunder, seperti hilangnya kepercayaan dan reaksi pasar.

“Hasilnya jelas. Semua orang kalah dalam perang dagang. Jadi kita perlu bekerja sama, sekarang, dan menemukan solusi yang langgeng dalam perdagangan,” kata Georgieva.

Memerhatikan bahwa ekonomi global berada dalam perlambatan tersinkronisasi, Georgieva menyerukan tindakan kebijakan tersinkronisasi untuk mempercepat pertumbuhan dan membangun ekonomi yang lebih tangguh.

Prioritas kebijakan, katanya, termasuk menggunakan kebijakan moneter secara bijak dan meningkatkan stabilitas keuangan, menggunakan perangkat fiskal untuk memenuhi tantangan saat ini, melaksanakan reformasi struktural untuk pertumbuhan di masa depan, dan merangkul kerja sama internasional.

Georgieva, yang telah memperjuangkan perang global melawan perubahan iklim, juga mengatakan salah satu prioritas IMF adalah membantu negara-negara ketika mereka mengurangi emisi karbon dan menjadi lebih tahan iklim, mendesak negara-negara untuk mengadopsi harga karbon yang jauh lebih tinggi.

Penelitian baru di IMF menegaskan bahwa pajak karbon dapat menjadi salah satu alat yang paling kuat dan efisien. “Tapi kuncinya di sini adalah mengubah sistem pajak, bukan hanya menambahkan pajak baru,” kata Georgieva.

“Saya yakin bahwa jika kita bekerja sama -memerhatikan tantangan dan minat satu sama lain- kita dapat memberikan masa depan yang lebih baik untuk semua,” pungkasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: IMFPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.