• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Dilanda Topan Hagibis, Langit Jepang Berubah Ungu

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dilanda Topan Hagibis, Langit Jepang Berubah Ungu

ASIATODAY.ID, TOKYO – Langit di sejumlah wilayah Jepang berubah menjadi berwarna ungu menjelang kedatangan Topan Hagibis pada hari ini, Sabtu 12 Oktober 2019. Sejumlah foto yang diabadikan warga memperlihatkan langit gelap bernuansa warna ungu, merah muda dan violet.

Seorang warganet dengan akun bernama @Stardustjaem di Twitter mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan langit berwarna ungu.

“Beberapa jam menjelang kemarahan Topan Super Hagibis, langit di Jepang berubah menjadi berwarna ungu. Pemandangan yang indah, tapi ada bencana di balik itu,” tulisnya, dikutip dari Sputnik.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Otoritas Tokyo telah mengumumkan level peringatan tertinggi untuk tujuh prefektur, dan juga memerintahkan lebih dari 50 ribu orang untuk mengungsi ke tempat aman. Hagibis diperkirakan dapat membawa angin dengan kecepatan hingga 225 kilometer per jam.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) memprediksi Topan Hagibis akan tiba dekat kota Nagoya malam ini. Menurut data JMA pagi tadi, Hagibis berada di lokasi yang berjarak sekitar 320 kilometer dari pulau Hachiojima.

Warna ungu menyala merupakan sebuah fenomena cuaca bernama “scattering.” Fenomena ini terjadi saat molekul dan partikel-partikel kecil di atmosfer memengaruhi arah datangnya cahaya, yang membuat cahayanya “berhamburan” ke segala arah.

Sementara itu, gangguan menjelang kedatangan Topan Hagibis telah terjadi di sejumlah wilayah di Jepang. Di prefektur Chiba, sekitar 27 ribu rumah kehilangan aliran listrik meski Hagibis belum tiba.

Sementara di Tokyo, Shizuoka dan area lainnya, semua layanan kereta api terpaksa dihentikan pemerintah.

Hampir 2.000 penerbangan domestik serta internasional dari dan menuju Tokyo juga telah dibatalkan.

Sejumlah pakar meteorologi membandingkan Topan Hagibis ini dengan Topan Ida yang mengguncang Jepang di tahun 1958. Kala itu, Topan Ida menewaskan 1.269 orang. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Climate ChangeJepangTopan Hagibis
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.