• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Wapres Ma’ruf Bertemu Raja Malaysia Bahas Perlawanan Diskriminasi Sawit

by Redaksi Asiatoday
October 23, 2019
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Wapres Ma’ruf Bertemu Raja Malaysia Bahas Perlawanan Diskriminasi Sawit

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia mengajak Malaysia untuk secara bersama-sama melawan diskriminasi produk sawit yang diberlakukan oleh sejumlah negara, salah satunya Uni Eropa.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin kepada Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong XVI.

“Kita ajak Malaysia untuk bekerja sama mengupayakan, melawan upaya-upaya diskriminasi sawit,” kata Ma’ruf melalui keterangan tertulis dari Tokyo, yang diterima di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurutnya, saat ini Indonesia dan Malaysia merupakan negara penghasil produk sawit terbesar pertama dan kedua di dunia. Perlawanan atas diskriminasi ini juga mendorong produk sawit diistimewakan. Negara produsen hanya meminta perlakuan yang setara dengan produk minyak nabati lainnya.

“Itu supaya sawit kita memperoleh perlakuan yang wajar, saat kita ekspor,” katanya.

Selain membahas mengenai perlakuan diskriminasi atas produk sawit, Ma’ruf juga meminta Raja Malaysia membantu para tenaga kerja Indonesia yang mencari rezeki di negeri jiran itu.

Menurut Ma’ruf, dirinya meminta raja memberikan perlindungan kepada buruh migran. Apalagi raja memiliki hak memberikan ampunan.

“Kita punya tenaga kerja banyak di Malaysia, kan Raja ini punya kewenangan untuk mengampuni. Oleh karena itu, saya menitipkan tenaga kerja kita di Malaysia supaya memeroleh perlindungan dari beliau, dan saya minta anak-anak kita itu dianggap anak-anak beliau saja, bagaimana beliau memperlakukan, supaya Raja juga merespons dengan baik,” tuturnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Indonesia-MalaysiaIndustri SawitSawitWapres Maruf
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.