• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Nyampah Corporation Jadi Pemenang Pitching for Change Diajang YSE Singapura

by Redaksi Asiatoday
October 28, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Nyampah Corporation Jadi Pemenang   Pitching for Change Diajang YSE Singapura

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Nyampah Corporation, sebuah usaha sosial dari Indonesia yang fokus menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah, baru-baru ini mewakili Indonesia dan berhasil menjadi salah satu pemenang di sesi Pitching for Change dalam ajang Young Social Entrepreneurship (YSE) yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation (SIF) pada hari Jumat, 18 Oktober 2019 lalu.

Pada acara Pitching for Change tahun ini, enam tim muncul sebagai finalis dan masing-masing menerima hingga S$ 20.000 untuk pendanaan awal. Mereka dipilih berdasarkan dampak dan skalabilitas usaha sosial mereka, serta tingkat komitmen anggota tim.

Tim peserta pemenang berdasarkan urutan adalah: (1) Deaf Tawk (Pakistan), (2) Hatch (Singapura), (3) NATIVE (Malaysia), (4) Nyampah Corporation (Indonesia), (5) Parched Foodworks (India), (6) Ubuntu Micro Irrigation (India).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Saya benar-benar berterima kasih atas pendanaan dan dukungan dari YSE. Dalam rentang beberapa bulan, saya mendapat koneksi dengan banyak orang dan organisasi inspiratif yang secara aktif memenuhi misi sosial mereka melalui praktik berkelanjutan,” ujar Ridho Awalludin Bimantara, salah satu pendiri Nyampah Corporation dari Indonesia, dikutip melalui keterangan tertulisnya, Senin (28/10/2019).

“Saya juga telah belajar banyak dari rekan-rekan sejawat YSE saya yang bersama dalam perjalanan usaha sosial ini. Sungguh luar biasa bahwa meskipun cerita setiap tim unik, kami merasa terhubung dalam banyak hal. Saya berharap untuk terus terlibat dengan jaringan YSE setelah program ini berakhir,” lanjut Ridho.

“Delapan bulan terakhir di YSE telah memberi kami banyak keterampilan dan wawasan yang sangat berharga. Saya berterima kasih atas lokakarya, koneksi yang didapat melalui kunjungan belajar di Shanghai, dan bimbingan dari para mentor kami yang telah mendukung dalam setiap langkah. Dengan hadiah dan jaringan YSE ini, kami yakin kami akan mengatasi tantangan yang akan datang,” kata Victor Zhu, salah satu pendiri Hatch dari Singapura dan New Zealand.

Dengan hasil tersebut, Nyampah Corporation dan lima usaha sosial dari berbagai negara lain masing-masing akan menerima pendanaan awal sebesar S$ 20.000 untuk memperkuat dampak positif yang mereka bawa melalui usahanya masing-masing.

Kegiatan tersebut semakin spesial karena diselenggarakan bersamaan dengan perayaan hari jadi YSE yang ke-10. Oleh karena itu, SIF bersama mitranya DBS Foundation memberikan DBSF x SIF Social Impact Prize kepada tiga alumni YSE yang telah menunjukkan prestasi menarik dalam program pasca usaha sosial mereka, dimana mereka menerima pendanaan sebesar S$ 10.000 dan dukungan program oleh DBS.

Nyampah Corporation Jadi Pemenang Pitching for Change Diajang YSE Singapura 1
Perusahaan sosial dan alumni YSE Pemenang DBSF. Ist

Alumni YSE 2015 asal Indonesia, Ecodoe, berhasil menjadi salah satu dari tiga alumni YSE yang berhasil meraih prestasi tersebut.

Pemenang lainnya adalah WateROAM (Singapura; alumni YSE 2015) atas pemanfaatan teknologi untuk memberikan dampak, Langit Collective (Malaysia; alumni YSE 2017) untuk memadukan hal lama dan yang baru demi menciptakan dampak berkelanjutan.

Ms Karen Ngui, Anggota Dewan Yayasan DBS dan Kepala Pemasaran Strategis Grup dan Komunikasi DBS, dan mantan Gubernur SIF, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Asia yang cepat dengan latar belakang meningkatnya masalah sosial dan lingkungan telah mendorong lebih banyak bisnis untuk membahas tentang perubahan transformatif.

“Sebagai bank yang didorong oleh tujuan yang kuat di kawasan ini, kami percaya bahwa upaya kami untuk mendukung pertumbuhan ekosistem usaha sosial dapat membantu membangun Asia yang lebih inklusif. Usaha-usaha sosial seperti WateROAM, Ecodoe dan Langit Collective membuktikan bahwa bisnis dapat – dan harus – melakukan hal baik, dan kami bangga merayakan keberhasilan mereka bersama hari ini,” jelasnya.

Lim Chong Tee, salah satu pendiri WateROAM, mengatakan pihaknya merasa sangat terhormat untuk terpilih sebagai tiga alumni YSE terbaik yang menerima DBSF x SIF Social Impact Prize.

“Kami juga berterima kasih atas bimbingan dan dukungan yang diterima selama bertahun-tahun sebagai tim pemenang YSE 2015 dan Penerima DBS Foundation Social Enterprise Grant. Dengan hadiah ini, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak mitra baik secara lokal maupun internasional dan bersama-sama, menyediakan lebih banyak komunitas yang membutuhkan air minum yang aman,” imbuhnya.

Penghargaan diberikan oleh Jean Tan, Executive Director SIF; Shee Tse Koon, Gubernur SIF & Group Executive and Country Head, DBS Singapura; serta Karen Ngui, Board Member DBS Foundation and DBS’ Head of Group Strategic Marketing & Communications, juga mantan Gubernur SIF, di acara Pitching for Change. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Nyampah CorporationSingapore International FoundationYoung Social Enterpreneurship
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.