• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Sri Mulyani Soroti Kejahatan Ekonomi Lintas Negara yang Canggih dan Terorganisir

by Redaksi Asiatoday
November 14, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sri Mulyani Soroti Kejahatan Ekonomi Lintas Negara yang Canggih dan Terorganisir

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati menyoroti bahaya kejahatan ekonomi lintas negara. Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam rangka mencegah kejahatan tersebut termasuk illicit financial flows (IFF).

Sorotan itu didengungkan oleh Sri Mulyani dalam pidatonya pada acara 5th Counter Terrorism Financing Summit di Manila, Filipina yang diinisiasi oleh 3 lembaga intelijen finansial di kawasan Asia Pasifik yakni PPATK-Indonesia, AMLC-Filipina, dan AUSTRAC-Australia.

Ia memandang, kehadiran teknologi di satu sisi memang membuat perdagangan antarnegara bisa dilaksanakan lebih cepat. Namun, di satu sisi hal ini juga meningkatkan transaksi-transaksi ilegal juga semakin mudah dilaksanakan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Globalisasi dan interkoneksi membuat kejahatan ekonomi lintas negara menjadi semakin canggih dan terorganisir. Selain itu aliran dana illegal lintas negara atau IFF yang berasal dari aktivitas kejahatan ekonomi antarnegara juga meningkat,” ujar Sri Mulyani dikutip melalui akun resminya, Kamis (14/11/2019).

Dengan kemunculan aset virtual seperti mata uang kripto dan berbagai macam teknologi finansial lain, IFF saat ini sudah mencapai 2% hingga 5% dari PDB global.

Oleh karena itu, Sri Mulyani menekankan bahwa sangat penting bagi negara untuk memahami aset virtual secara komprehensif untuk mengidentifikasi potensi ancaman yang muncul dari teknologi tersebut.

“Saya juga menyampaikan komitmen kuat Indonesia untuk bergabung dengan FATF (Financial Action Task Force) sebagai bagian dari kontribusi Indonesia untuk ikut memerangi kejahatan ekonomi lintas negara dan IFF serta menciptakan sistem finansial global yang lebih aman, transparan, dan akuntabel,” tandas Sri Mulyani. (AT)

,’;\;\’\’
Tags: 5th Counter Terrorism Financing SummitFinancial Action Task ForceKemenkeuMenkeu Sri Mulyani
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.