• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Mewaspadai Kejahatan Siber di Perbankan

by Redaksi Asiatoday
July 20, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Mewaspadai Kejahatan Siber di Perbankan

Kejahatan Cyber. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kejahatan dunia siber berupa peretasan data masih mengincar perusahaan besar, khususnya industri jasa keuangan dan perbankan.

Paparan studi yang dilakukan oleh Verizon dalam Data Breach Investigation Report 2019, berdasarkan analisis 41.686 insiden keamanan, diketahui bahwa 2.013 insiden dikonfirmasi sebagai pelanggaran data. Verizon juga menyatakan 25% dari pelanggaran dimotivasi oleh cyberespionage, meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya 13%.

Spionase siber biasanya dilakukan dengan serangan APT (Advanced Persistent Threat) di mana peretas membangun keberadaan ilegal jangka panjang di jaringan untuk menambang data penting dari target, umumnya instansi pemerintah, perbankan dan industri kelas enterprise.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Karena itu, keamanan jaringan merupakan salah satu aspek yang paling penting untuk mendapat perhatian ketika bekerja melalui internet, LAN atau metode lain, terutama perusahaan besar yang memiliki aktivitas internet yang luar biasa dan kepentingan bisnis yang dapat mencakup banyak sektor.

Sistem keamanan jaringan yang stabil dan efisien menjadi sangat penting untuk melindungi data, serta membantu bisnis mengurangi risiko menjadi korban pencurian data dan sabotase, alias masalah utama atau momok utama di dunia siber.

Perusahaan besar seharusnya menyadari pentingnya berinvestasi pada teknologi NTA (Network Traffic Analysis) atau analisis lalu lintas jaringan. NTA merupakan solusi keamanan yang menggunakan komunikasi jaringan sebagai sumber data dasar untuk mendeteksi dan menyelidiki ancaman keamanan dan perilaku aneh atau jahat dalam jaringan itu.

Namun, teknologi ini baru dapat dikatakan lengkap jika memiliki Deep Packet Inspection (DPI), yaitu fitur yang dapat mengidentifikasi data, melihat seluruh lalu lintas jaringan, melakukan pelaporan dini jika ada sesuatu yang dicurigai dan memberikan rekomendasi tindakan yang harus dilakukan.

Meski demikian, sektor apa yang paling memerlukan teknologi ini selain perbankan, adalah perusahaan infrastruktur penting seperti pembangkit listrik, perusahaan transmisi, pengolahan minyak dan gas, pabrik-pabrik, bandara sampai layanan pengiriman yang secara default menggunakan SCADA/ICS perlu mengimplementasikannya dalam sistem mereka sebagai bagian dari pertahanan yang komprehensif mendeteksi semua hal yang terjadi di jaringan. Selain itu, instansi pemerintah juga harus ikut ambil bagian dalam penggunaan analisis lalu lintas jaringan untuk melindungi diri dari cyberespionage yang eksistensinya semakin mengkhawatirkan.

Bagaimanapun, teknik analisis lalu lintas jaringan adalah teknologi canggih yang dibangun menggunakan kombinasi kecerdasan buatan (AI), machine learning dan analis data canggih. Kemampuannya mengawasi aktivitas secara real time seperti mata yang dapat melihat segalanya, mengenali setiap permasalahan yang muncul di jaringan.

Perusahaan tidak hanya menangani lebih banyak data, tetapi jenis data juga semakin meluas.

Aliran data berisi semuanya mulai dari angka inventaris dan informasi keuangan hingga video, gambar, dan data tidak terstruktur lainnya yang berasal dari media sosial, seluler, dan Internet of Things (IoT). Semua jenis data yang bervariasi ini perlu dipusatkan, diatur, dan dibuat dapat diakses dan dapat digunakan untuk bisnis, namun tetap aman dari gangguan kejahatan siber.

Apalagi perusahaan berskala menengah dan atas yang mengelola beragam data dalam jumlah yang sangat banyak dan lalu lalang dalam jaringan perusahaan, saatnya perlu menerapkan teknologi analisis lalu lintas jaringan dalam sistem keamanan jaringannya.

Mengandalkan keamanan perimeter tidak cukup untuk terus mengawasi setiap aktivitas di jaringan. Tapi perlu mengandalkan analisis lalu lintas jaringan super canggih yang dapat mengawasi dan memantau secara konsisten selama 24 jam.

Perbankan Indonesia mau tidak mau harus melengkapi sarana jaringan teknologi canggih untuk menghalau serangan siber yang bisa datang secara tak terduga. (***)

,’;\;\’\’
Tags: Asia TerkiniBank IndonesiaBank MandiriHecker BankKejahatan Cyber PerbankanMeretas BankPerbankanPerbankan IndonesiaSabotase BankSyber Crime
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.