• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB : Sindikat Narkoba Asia Hasilkan Rp 203 Triliun Per Tahun

by Redaksi Asiatoday
July 22, 2019
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
PBB : Sindikat Narkoba Asia Hasilkan Rp 203 Triliun Per Tahun

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sindikat narkoba di Asia Tenggara menghasilkan lebih dari US$ 60 miliar (sekitar Rp 203 triliun per tahun dari pasokan narkoba metamfetamin.

Studi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang dipaparkan Kamis (18/7/2019), geng-geng narkoba itu mencuci keuntungan uang melalui jumlah kasino yang menjamur di kawasan Asia.

Menurut laporan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) berjudul “Studi Kejahatan Terorganisasi Transnasional di Asia Tenggara: Studi Evolusi, Pertumbuhan dan Dampak”, kelompok organisasi kejahatan itu juga ikut membonceng perbaikan infrastruktur untuk memperluas jangkauan distribusi narkoba produksi Myanmar ke pasar obat terlarang, bahkan hingga Australia dan Jepang.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Penelitian yang dilakukan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), memperingatkan aliran narkoba ini membuat harga pasaran jatuh dan memicu krisis kecanduan.

“Satu perkiraan konservatif yang aman dan lebih dari US$ 60 miliar per tahun, sedang dinaikkan oleh para penguasa metamfetamin Asia Tenggara saja,” kata Jeremy Douglas, perwakilan regional UNODC, kepada wartawan di Bangkok yang dilansir Minggu (21/7/2019).

Menurut laporan tersebut, penyitaan metamfetamin baik tablet “yaba” yang mirip kafein maupun versi kristal atau es “met” yang lebih adiktif dan ampuh, telah meningkat tiga kali lipat selama lima tahun terakhir. (AT)

Tags: AsiaAsia TodayLaporan PBBMarkas PBBNarkobaSindikat Narkoba AsiaTransaksi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.