• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

TIM Jakarta Dirancang Jadi Centrum Industri Seni Berkelas Dunia

by Redaksi Asiatoday
November 28, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
TIM Jakarta Dirancang Jadi Centrum Industri Seni Berkelas Dunia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Program revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) kini tengah dipersiapkan. TIM dirancang menjadi Centrum kawasan industri seni yang mandiri dan bertaraf dunia.

Menurut Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarno, revitalisasi kawasan seni TIM tak main-main. TIM dipersiapkan menjadi panggung seni Internasional sekelas Broadway, New York, Amerika Serikat.

“Justru itu yang harus kita kejar apalagi sekarang sudah era 4.0, 5.0. Sama dengan berkesenian juga harus setara dengan kota lainnya, negara lainnya,” terang Hani dihubungi, Rabu (27/11/2019).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Dengan kekayaan seni dan budaya Indonesia, TIM sangat tepat dijadikan etalase seni Indonesia agar wisatawan dunia melirik Tanah Air. Apalagi, Pemprov DKI juga ingin wisatawan internasional menjadikan Indonesia tempat baru melihat pertunjukan seni.

“Jadi, masyarakat tidak perlu lagi harus mencari-cari di Singapura, Korea, hingga Hong Kong buat pertunjukan kelas dunia, karena itu sudah harus dihadirkan di kota kita ini,” imbuh Hani.

Dikatakan, revitalisasi ini sebagai program keberlanjutan. Kawasan TIM di masa mendatang sudah harus dipikirkan dari sekarang.

“Kalau kita tidak pernah memulai, kita tidak akan pernah punya kawasan seni internasional),” ujar Hani.

Jakpro sebagai penggarap proyek menjamin fungsi utama TIM tak akan berubah meski adanya pembangunan baru seperti wisma. Fasilitas ini justru akan menjadi pemasukan baru buat TIM.

“Kami BUMD dan program ini adalah amanat. Kita tentu harus mengoptimalkan dan menambah daya energi untuk bisa membiayai seperti itu. Fasilitas yang bagus itu bisa berkelanjutan dan dirawat dengan baik,” paparnya.

Menurut dia, langkah ini menjadi solusi terbaik dari Pemerintah Provinisi (Pemprov) DKI Jakarta dan Jakpro. Rancangan yang sedang dibangun akan membuat kawasan seni di Jakarta terus hidup dan semakin berkembang.

“Yang kita bangun adalah sebuah ekosistem untuk menunjang industri pariwisata dan budaya yang bisa memfasilitasi semua pihak dan industrinya kemudian hidup di sana,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah akan membangun hotel bintang lima di kawasan TIM. Anies berdalih hanya akan membangun wisma seniman.

Wisma tersebut akan menampung para seniman mancanegara yang berkegiatan di Jakarta. TIM menjadi tempat pertunjukan, sekaligus menginap bagi seniman.

“Sebagai sebuah ekosistem kegiatan kebudayaan, wisma untuk seniman itu pun dirancang nantinya sebagai tempat yang bernuansa kegiatan kebudayaan,” terang Anis.

Menurut Anies, tempat menginap seniman ini sama dengan wisma atlet di Senayan. Dia membantah ingin komersialisasi TIM dengan membangun penginapan untuk seniman.

Proses revitalisasi TIM menelan anggaran hingga Rp1,8 triliun. Revitalisasi akan menggunakan penyertaan modal daerah (PMD) Jakpro yang masuk dalam APBD DKI Jakarta. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: DKI JakartaJakartaTIM
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.