• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ekonomi Tergerus Aksi Demonstrasi, Hong Kong Suntik Stimulus Rp7,15 Triliun

by Redaksi Asiatoday
December 8, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekonomi Tergerus Aksi Demonstrasi, Hong Kong Suntik Stimulus Rp7,15 Triliun

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Hong Kong mengumumkan langkah bantuan baru senilai HK$4 miliar atau US$511 juta atau sekitar Rp7,15 triliun untuk menopang perekonomian yang tergerus akibat aksi protes anti-pemerintah yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Langkah tersebut diumumkan oleh Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan dalam sebuah konferensi pers. Dia juga mengatakan bahwa demonstrasi anti-Beijing telah merusak kepercayaan investor internasional terhadap kota yang berada di bawah kekuasaan China itu.

Upaya baru ini mengikuti langkah-langkah stimulus sebelumnya. Pada Agustus lalu, pemerintah Hong Kong telah menggelontorkan paket stimulus senilai HK$19,1 miliar atau US$2,4 miliar.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Kemudian pemerintah Hong Kong menambahkan dukungan ekonomi senilai HK$2 miliar atau US$255 juta pada Oktober lalu dan mengumumkan serangkaian kebijakan baru, termasuk peraturan hipotek yang longgar, kewajiban pembelian tanah untuk perumahan, bantuan uang tunai untuk siswa dan peningkatan subsidi untuk keluarga berpenghasilan rendah.

Sebelumnya, Paul Chan menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa dia memperkirakan kemungkinan defisit anggaran tahun fiskal untuk pertama kalinya sejak awal 2000-an, dan mengatakan bahwa kekacauan telah menyeret turun pertumbuhan ekonomi sekitar 2% tahun ini.

“Kita menyaksikan aksi kekerasan berulang yang tidak diharapkan. Kondisi ini mengecilkan harapan kami untuk menghentikan aksi serupa, sehingga ekonomi kita dapat memiliki kesempatan untuk bangkit kembali. Saya harap kekerasan akan berhenti sesegera mungkin, ujar Lam, dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (7/12/2019).

Aksi protes yang berlangsung selama 6 bulan terakhir, diiringi dengan tekanan ekspor dari perang dagang AS-China telah membuat Hong Kong sangat tertekan tahun ini.

Chan mengungkapkan ekonomi Hong Kong saat ini sedang dalam masa yang sulit. Untuk memulihkan ekonomi, berbagai sektor harus bersatu untuk menghentikan aksi kekerasan sehingga tatanan sosial dapat dipulihkan, warga negara dapat kembali ke kehidupan normal, bisnis dapat melanjutkan operasi normal. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Hong Kong RevolutionUnjukrasa Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.