• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

China Minat Investasi Rp42 Triliun di Kawasan Industri Takalar

by Redaksi Asiatoday
December 13, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Minat Investasi Rp42 Triliun di Kawasan Industri Takalar

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) membuka peluang sebesar-besarnya bagi swasta untuk berinvestasi di proyek Takalar Integrated Industrial Park di Sulawesi Selatan.

Takalar Integrated Industrial Park (TIIP) merupakan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan dan berkonsep multiklaster industri sehingga membutuhkan investasi besar guna membangun infrastruktur di dalamnya.

Direktur Pengembangan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Rahayu Ahmad Junaedi mengatakan bahwa investasi pembangunan kawasan industri tidak bisa hanya ditopang oleh BUMN, anggaran pendapatan dan belanja negara, atau anggaran pendapatan dan belanja daerah.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Prinsipnya, kami sangat terbuka jika swasta berminat untuk berinvestasi di TIIP. Ada banyak peluang yang bisa dikembangkan mulai dari logistik, power plant dan beberapa jenis lainnya,” kata Rahayu Ahmad saat FGD ‘Sinergi Infrastruktur TIIP di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Sejauh ini, sudah ada sejumlah investor China tertarik berinvestasi di kawasan industri pengolahan logam Takalar.

Ahmad mengaku, pihaknya telah mengajukan proposal investasi kepada investor China dengan nilai Rp42 triliun untuk 10 tahun ke depan guna membangun pabrik dan sejumlah infrastruktur dasar yang sesuai dengan kebutuhannya.

Menurut Ahmad, minat investor China menanamkan modalnya dalam proyek ini sangat beralasan. Selain jenis industri pengolahan logam yang sangat mereka kuasai, lokasi kawasan yang strategis menjadi pertimbangan tersendiri.

Kabupaten Takalar, yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan, dilewati oleh alur pelayaran internasional yakni Alur Laut Kepulaian Indonesia (ALKI) 2 dan berdekatan dengan pelabuhan yakni sekitar 25 kilometer.

Kawasan industri ini rencananya dibangun di lahan seluas 3.500 hektare dengan perincian 2.600 hektare untuk kawasan industri, 100 hektare kawasan pelabuhan, 100 hektare kawasan perumahan dan komersial, serta 45 hektare menjadi kawasan golf.

Sementara, di kawasan industri, lahan seluas 1.000 hektare ini akan dijadikan bonded recycling nonferrous metals processing industry atau industri pengolahan logam bukan besi dan dikerjakan dalam beberapa tahap. Rencananya, pekan depan, akan dilakuan peletakan batu pertama untuk tahap pertama proyek industri pengolahan logam bukan besi tersebut. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Investasi China di IndonesiaKawasan Berikat MandiriKawasan Berikat NusantaraKawasan industri StrategisKawasan Industri TakalarKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.