• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

2.000 WNI Crew Kapal Pesiar dari Australia Ditolak Masuk Batam

by Redaksi Asiatoday
April 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Ajak Investor Beijing Investasi di Batam

Perbatasan Indonesia dan Singapura di Batam, Kepulauan Riau. Dok

ASIATODAY.ID, BATAM – Rencana kepulangan 2.000 Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan crew kapal pesiar dari Australia melalui Batam, Kepulauan Riau, mendapat penolakan keras.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto secara tegas menyatakan hal itu.

Menurut Isdianto, masih banyak provinsi lain di Indonesia yang lebih dekat dari Australia untuk menjadi tempat kepulangan para WNI tersebut.

RelatedPosts

Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

“Kalau kita lihat, pintu keluar dari Austalia lebih dekat dengan NTT dan NTB kenapa harus ke Batam yang wilayahnya jauh ke utara. Kami tegas menolaknya,” kata Isdianto dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (13/4/2020).

Sebelumnya, sebuah kapal pesiar dari Australia dengan 2.000 ABK WNI meminta untuk masuk ke wilayah Kepri. Isdianto dalam rapat pekan lalu, secara tegas menolak kedatangan ABK kapal itu.

“Kita tak ingin ada yang datang membawa virus tersebut karena pasien yang terpapar Covid di Kepri saat ini memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri,” jelas Isdianto.

Isdianto menjelaskan, saat ini Kepri sudah menjadi pintu masuk Tenaga Kerja Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia yang dipulangkan dari Malaysia. Sudah lebih dari 40.000 PMI dan TKI yang kembali dari Malaysia, melalui Batam, Karimun dan Tanjungpinang.

“Kami ingin fokus menangani warga disini yang terdampak pandemi Covid-19. Baik mereka yang positif, orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan maupun orang tanpa gejala. Kehadiran 2.000 ABK kapal pesiar itu jelas akan menambah beban Kepri dalam membasmi Covid-19. Apalagi, saat ini sekitar 95 persen pasien positif covid-19 di Kepri adalah orang yang berinteraksi dari negara luar atau wilayah tertular lainnya,” tandasnya. (ATN)

Tags: AustraliaBatamCoronavirusCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Debunks Vietnam Relocation Claims Over Japan’s Yazaki Plants
  • AirAsia Axes Singapore–Jakarta Nonstop Service
  • Spring Airlines Opens Two Direct China–Jakarta Routes, Boosting Indonesia’s Tourism Drive
  • Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire
  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.