ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia belum juga beranjak untuk menghentikan impor Garam. Padahal Presiden Jokowi sudah menegaskan agar Indonesia menghentikan impor produk yang melimpah di dalam negeri. Sebaliknya, produk Indonesia harus membanjiri pasar global.
Meski demikian, pembahasan soal impor Garam ini masih berlanjut.
Selasa (20/8/2019) Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi dengan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana dan Sekretaris umum Asosiasi Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Cucu Sutara.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana, mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan izin impor garam untuk industri sebanyak 2,7 juta ton pada akhir tahun kemarin yang akan direalisasi selama tahun 2019.
“Hingga semester I-2019, realisasinya sudah mencapai 1,5 juta ton. Tahun ini tetap alokasi impornya 2,7 juta ton,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Selasa (20/8/2019).
Menurut dia, dengan realisasinya sudah mencapai 1,5 juta ton itu masih ada sekitar 1,1 juta ton garam impor untuk industri yang belum direalisasi.
Sementara itu, Sekretaris umum Asosiasi Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Cucu Sutara menyatakan bahwa, garam impor ini nantinya akan digunakan untuk industri aneka pangan, industri chlor alkali plant (CAP), industri kimia, industri kertas, dan sebagainya.
“Dari 2,7 juta ton itu, realisasi baru 1,5 juta ton. Dari rekomendasi hasil rakor tahun lalu, semester pertama 2,7 juta ton. Artinya masih banyak kekurangan, kurang lebih 1,1 juta ton yang belum diimpor,” tandasnya. (AT Network)
,’;\;\’\’
