• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Konservasi Hutan, Peneliti Kembangkan Drone Pemantau Ekosistem

by Redaksi Asiatoday
November 5, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tekan Emisi Global, Indonesia-Norwegia Percepat Implementasi Program REDD+

Ekosistem Hutan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebagai upaya melindungi dan melestarikan hutan, para peneliti di Laboratorium Robotika Udara di Imperial College London (ICL) mengembangkan drone khusus untuk memantau ekosistem hutan.

Drone ini dapat menembakkan anak panah yang memuat sensor ke pepohonan di lingkungan tak teratur di dalam hutan, termasuk menempatkan sensor tersebut melalui kontak atau dengan bertengger di dahan pohon.

Para peneliti berharap drone ini akan digunakan di masa depan untuk membuat jaringan sensor guna meningkatkan data pada ekosistem hutan. Di samping itu, mereka meyakini langkah ini akan membantu melacak bioma yang sulit dinavigasi seperti hutan hujan Amazon.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

“Memantau ekosistem hutan bisa jadi sulit, tetapi drone kami dapat menggunakan seluruh jaringan sensor untuk meningkatkan jumlah dan ketepatan data lingkungan dan ekologis,” kata peneliti utama Profesor Mirko Kovac, Direktur Laboratorium Robotika Udara di ICL, dikutip Kamis (5/11/2020).

Kovac mengibaratkan drone ini sebagai penghuni buatan di hutan tersebut yang dapat membantu menjaga ekosistem dan menyediakan data penting untuk melindungi lingkungan.

Drone ini dilengkapi dengan kamera untuk membantu mengidentifikasi target yang sesuai dan material cerdas yang dapat berubah bentuk saat dipanaskan untuk meluncurkan anak panah, yang kemudian menempel di pepohonan, seperti burung. Drone ini juga dapat hinggap di cabang pepohonan untuk mengumpulkan data, bertindak sebagai sensor mobile.

Para peneliti telah menguji coba drone ini di Swiss Federal Laboratories for Materials Science and Technology dan di pepohonan di Silwood Park Campus ICL.

Untuk saat ini, drone tersebut masih dikendalikan oleh orang-orang dengan menggunakan unit kontrol. Melalui lensa kamera para peneliti melakukan pengamatan untuk memilih pohon target dan menembakkan anak panah.

Langkah selanjutnya adalah membuat drone ini menjadi otonomos, sehingga para peneliti dapat menguji bagaimana mereka bertahan di lingkungan hutan yang lebih padat tanpa panduan manusia. (ATN)

Tags: HutanHutan AmazonKonservasi Hutan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.