• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jokowi Galang Persatuan Pemimpin ASEAN di Tengah Rivalitas AS-China di LCS

by Redaksi Asiatoday
November 12, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jepang Simulasi Tempur di Laut China Selatan

Latihan tempur Japan’s Maritime Self-defense Force di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak pemimpin ASEAN untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Menurutnya, sangat normal di tengah rivalitas dua kekuatan besar dunia, Amerika Serikat (AS) dan China masing-masing ingin menarik ASEAN untuk berpihak.

Presiden Jokowi memandang, ASEAN harus solid, menjaga keseimbangan, dan konsistem menyampaikan pesan untuk memperkokoh kerja sama yang saling menguntungkan menghormati Treaty of Amity and Cooperation, serta pentingnya menghormati hukum internasional termasuk diantaranya UNCLOS 1982.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

“Dengan soliditas dan komitmen kuat untuk memajukan kerja sama inklusif maka ASEAN tidak akan terjebak di antara rivalitas tersebut dan ASEAN akan dapat memainkan peran sentralnya dalam pengembangan kerja sama kawasan. Tentunya hal ini bukan merupakan hal mudah. Tapi saya yakin, dengan soliditas dan komitmen kuat kita akan dapat menjalankannya,” kata Jokowi saat menyampaikan pidato pada KTT Pleno ke-37 ASEAN dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/11/2020).

Sebelumnya, Laut China Selatan (LCS) menjadi satu topik dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga. Seperti diketahui gejolak di perairan tersebut meningkat seiring dengan meningkatnya ketegangan antara China dan Amerika Serikat.

Laut China Selatan menjadi perairan rawan konflik terutama setelah  China mengklaim sepihak sebagian besar wilayah. Klaim itu bertabrakan dengan wilayah kedaulatan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, bahkan Taiwan.

Sementara itu, Indonesia hingga saat ini tidak pernah menempatkan diri sebagai negara yang turut bersengketa dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan. Namun, Indonesia berulang kali menegaskan kepada seluruh pihak untuk menghormati Konvensi Hukum Kelautan PBB (UNCLOS) 1982.

Adapun pada Juli lalu, untuk pertama kalinya AS secara eksplisit menolak klaim maritim China yang luas di wilayah tersebut. Hal itu disusul dengan mengirim kapal induk ke perairan untuk melakukan latihan militer.

Kemudian China, pada September 2020 menembak rudal ke Laut China Selatan. Hal ini menjadi indikasi meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di wilayah tersebut. Rudal ini dilepas usai AS diketahui mengerahkan pesawat mata-mata di perairan tersebut. (ATN)

Tags: Laut China SelatanPresiden Jokowi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.