• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kapal Perang Prancis Sandar di Vietnam, Monitor Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
March 13, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Konfrontasi Yunani-Turki Memanas, Prancis Kerahkan Charles De Gaulle ke Laut Mediterania

Kapal induk bertenaga nuklir Charles De Gaulle Angkatan Laut Prancis. Ist

ASIATODAY.ID, HANOI – Sebuah kapal fregat Prancis terpantau sedang sandar di Pelabuhan Cam Ranh, Vietnam untuk perbaikan helikopter.

Duta Besar Prancis untuk Vietnam mengatakan kunjungan kapal fregat itu untuk mendukung “kebebasan navigasi”, menantang klaim kedaulatan China  atas Laut China Selatan (LCS).

Marc Razafindranaly, atase pertahanan Prancis di Vietnam, mengatakan fregat Prairial telah meninggalkan Tahiti di Polinesia Prancis pada 1 Januari lalu dan mencapai Pelabuhan Cam Ranh di Provinsi Khanh Hoa Vietnam pada Selasa.

RelatedPosts

Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount

Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

Prairial adalah fregat kelas Floreal, dengan jarak tempuh 93,5 meter dan memiliki kecepatan maksimum 37 kilometer per jam.

Kedutaan Besar Prancis di Hanoi menambahkan fregat yang berlabuh di Vietnam sebagai bagian dari kerangka kerja sama militer.

“Kunjungan fregat kali ini dimaksudkan untuk menyampaikan pesan dalam mendukung kebebasan navigasi di udara dan di laut, yang dimiliki bersama oleh Vietnam dan Prancis,” kata Duta Besar Prancis untuk Vietnam, Nicolas Warnery, seperti dikutip dari Express, Sabtu (13/3/2021).

Pernyataan itu muncul ketika Mark J. Valencia, analis kebijakan maritim, komentator politik dan konsultan yang berfokus pada Asia, menyarankan Prancis “bermain api” di wilayah yang disengketakan.

“Tidak perlu banyak waktu untuk meyakinkan China bahwa Prancis mendukung upaya AS untuk menahannya,” ujarnya kepada South China Morning Post.

“Ini adalah sinyal yang dikirim Prancis dengan berpartisipasi dalam latihan bersama dengan India, Australia, Jepang, dan AS,” imbuhnya.

“Prancis harus memutuskan apakah mereka benar-benar ingin mengambil risiko secara ekonomi untuk memajukan hegemoni AS di wilayah tersebut – dan mitos Amerika bahwa kebebasan navigasi komersial sedang terancam,” ucapnya.

Prancis telah melakukan operasi di perairan yang disengketakan, dan akan bergabung dengan transit militer dengan AS dan Inggris akhir tahun ini.

Pada bulan Februari, kapal selam nuklir Prancis SNA Emeraude melakukan patroli di Laut Cina Selatan.

Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly men-tweet gambar kapal selam itu, dan mengatakan perjalanan itu adalah bukti mencolok dari kapasitas Angkatan Laut Prancis untuk ditempatkan jauh dan untuk waktu yang lama bersama dengan mitra strategis Australia, Amerika, dan Jepang.

China tidak bereaksi terhadap bagian tersebut, yang oleh peneliti di Foundation for Strategic Research Antoine Bondaz, katakan kepada outlet France24 itu bukan ancaman serius.

“Beijing harus menilai apakah taruhannya sepadan,” ujarnya. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount
  • Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal
  • Vietnam Overtakes Thailand? Southeast Asia’s Tourism Powerhouse Is Shifting
  • ASEAN, Australia Deepen Strategic Partnership with High-Level Dialogue on Indo-Pacific Future
  • Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.