• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

180 Orang Terbunuh Sejak Kudeta Militer di Myanmar

by Redaksi Asiatoday
March 16, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
180 Orang Terbunuh Sejak Kudeta Militer di Myanmar

Suasana berkabung saat pemakaman korban tewas di Myanmar. Dok ViceWorldNews

ASIATODAY.ID, YANGON – Korban jiwa dari rakyat sipil di Myanmar terus berjatuhan.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik mencatat, sejak kudeta militer di negeri itu 1 Februari, 183 orang rakyat sipil tewas terbunuh oleh keganasan pasukan keamanan.

Yang terbaru, dalam demonstrasi menentang kudeta pada Minggu kemarin, 74 orang dilaporkan tewas dan pada Senin Keesokan harinya, 20 demonstran Myanmar tewas.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Padahal jumlah korban meninggal per Senin, 15 Maret mencapai 126 orang, menurut laporan Reuters.

“Kami mengecam kebrutalan yang terus berlanjut ini. Secara pribadi, saya juga mendengar keterangan dari para narasumber di Myanmar soal pembunuhan, penganiayaan, serta penyiksaan terhadap para tahanan politik,” kata Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, dikutip dari Reuters, Selasa (16/3/2021).

Menurut Burgener, jika kudeta di Myanmar tak segera diakhiri, maka negara tersebut akan kian jatuh. Di sisi lain, juga mempersulit prospek untuk kedamaian dan stabilitas.

Karena itu, ia memohon kepada komunitas internasional untuk segera mengupayakan langkah-langkah multilateral untuk mendesak Militer Myanmar mengakhiri kudetanya.

Duta Besar Inggris di Myanmar, Dan Chugg, mendukung apa yang dikatakan oleh Burgener.

Chugg mengaku heran melihat Militer Myanmar begitu mudahnya menggunakan kekerasan untuk merespon aksi demonstran penentang kudeta.

“Kami mendesak untuk segera dilakukannya gencatan senjata atas kekerasan yang terus terjadi ini. Selain itu, kami juga meminta Milter Myanmar untuk segera mengembalikan pemerintahan yang telah dipilih secara demokratis oleh warga,” ujar Chugg menegaskan. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.