• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

PBB Ultimatum Pemimpin Dunia, 2021 Harus Jadi Momentum Atasi Krisis Iklim

by Redaksi Asiatoday
April 20, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Efek Covid-19, Ekonomi Dunia Mundur Puluhan Tahun

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus mendorong pemimpin dunia untuk menjadikan perubahan iklim sebagai fokus bersama. Pasalnya, dunia kian kehabisan waktu untuk bisa mengatasi krisis iklim global.

Pada Senin (19/4/2021), PBB mengultimatum seluruh pemimpin dunia agar tahun 2021 harus menjadi tahun aksi untuk melindungi masyarakat dari bencana yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

“Kita berada di ambang jurang saat ini,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada konferensi pers saat mengungkapkan laporan Keadaan Iklim Global 2020 oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menjelang pertemuan puncak penting yang diadakan Amerika Serikat (AS), PBB memperingatkan waktu manusia hampir habis untuk mengatasi krisis iklim. Sementara pandemi Covid-19 telah gagal mengerem perubahan iklim yang “tanpa henti”.

Seruan itu muncul bersamaan dengan laporan utama menjelang KTT iklim Presiden AS Joe Biden mulai Kamis.

Sejumlah pemimpin dunia telah diundang untuk menghadiri pembicaraan virtual Biden yang bertujuan menggalang upaya negara-negara besar untuk mengatasi krisis iklim.

“Ini benar-benar tahun yang sangat penting bagi masa depan umat manusia. Laporan ini menunjukkan kita tidak punya waktu untuk disia-siakan, gangguan iklim ada di sini,” kata Guterres, seraya mendesak negara-negara untuk “mengakhiri perang kita terhadap alam.”

Laporan tersebut menggambarkan tahun 2020 sebagai salah satu tahun terpanas dalam catatan, sementara konsentrasi gas rumah kaca meningkat meskipun terjadi perlambatan ekonomi terkait pandemi.

Menurut Guterres, tahun lalu memperlihatkan cuaca ekstrem dan gangguan iklim, yang dipicu oleh perubahan iklim antropogenik, mempengaruhi kehidupan, menghancurkan mata pencaharian dan memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka..

“Ini adalah tahun untuk bertindak. Negara-negara harus berkomitmen untuk mencapai nol emisi pada tahun 2050. Mereka perlu bertindak sekarang untuk melindungi orang dari efek bencana perubahan iklim,” kata Sekjen PBB itu. (ATN)

Tags: Climate ChangeClimate CrisisClimate EmergencyPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.