• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Inggris Rilis 12 Negara Daftar Hijau Destinasi Wisata Global, Indonesia Tidak Masuk

by Redaksi Asiatoday
May 9, 2021
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inggris Investigasi Sumber Covid-19 dan Kaitannya dengan Laboratorium di China

Negeri Inggris. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Inggris mengizinkan warganya melakukan perjalanan internasional  untuk berlibur ketika pembatasan resmi dicabut pada 17 Mei mendatang.

Pemerintah Inggris pun telah merilis daftar 12 negara dan wilayah yang akan ditetapkan sebagai “Daftar Hijau.”

Melansir CNN, Sabtu (8/5/2021), sistem lampu lalu lintas sekarang diberlakukan dengan negara-negara dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat infeksi dan vaksinasi COVID-19 mereka, di samping prevalensi varian virus yang dikhawatirkan.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Inggris belum memasukkan Indonesia. Destinasi ‘Green List’ bagi turis Inggris, yakni Portugal termasuk Azores dan Madeira, Australia, Selandia Baru, Singapura, Brunei, Islandia, Kepulauan Faroe, Gibraltar, Kepulauan Falkland, Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan, St. Helena, Ascension & Tristan da Cunha, serta Israel.

Prancis, Yunani, Spanyol, dan Italia dimasukkan ke dalam “daftar kuning,” yang berarti para pelancong akan diminta karantina selama 10 hari setelah kembali ke Inggris. Sementara itu, Turki, Maladewa, dan Nepal ditambahkan ke “daftar merah” Inggris bersama Afrika Selatan, India, Namibia, dan Uni Emirat Arab.

“Saya menyesali tujuan musim panas favorit, seperti Prancis, Spanyol, dan Yunani, belum termasuk (dalam daftar hijau),” kata Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps.

“Tapi, setiap tiga minggu sejak dibuka kembali, kami akan meninjau negara-negara tersebut untuk melihat bagaimana dan di mana kami dapat memperluas daftar hijau. Jadi ini hanyalah langkah pertama.”

Wisatawan yang berencana mengunjungi destinasi Daftar Hijau harus mengikuti tes pra-keberangkatan, serta tes PCR pada atau sebelum hari kedua kedatangan mereka kembali ke Inggris. Namun, mereka tidak akan diwajibkan menjalani karantina.

Turis Inggris yang bepergian dari negara yang masuk dalam “daftar kuning” harus menjalani karantina selama 10 hari, mengikuti tes pra-keberangkatan, dan menjalani tes PCR pada hari kedua dan delapan isolasi.

Turis yang berencana berlibur di destinasi dalam “daftar merah” akan menghadapi pembatasan paling ketat, dan harus check-in di salah satu hotel karantina dengan biaya 1.750 pound sterling (Rp35 juta) per orang dewasa saat kembali ke Inggris.

Mereka juga akan mengikuti tes serupa dengan pelancong dari destinasi “daftar kuning.” Menurut Shapps, pelancong dapat menggunakan aplikasi NHS untuk menunjukkan vaksinasi COVID-19  dan hasil tes mereka, sementara alternatif kertas akan tersedia bagi mereka yang tidak memiliki ponsel pintar.

Setelah pengumuman tersebut, World Travel and Tourism Council menyatakan kekecewaannya karena Amerika Serikat tidak termasuk dalam Green List, dan menuduh pemerintah Inggris “terlalu berhati-hati.”

“Kami menyambut baik langkah awal pertama pemerintah Inggris membuka pintu perjalanan internasional dengan mengumumkan sistem lampu lalu lintas,” begitu bunyi pernyataan resmi Presiden dan CEO Gloria Guevera.

“Wisatawan dan pelancong bisnis akan kecewa dengan begitu sedikit negara di ‘daftar hijau’, sementara Eropa mencuri perhatian Inggris dengan terus terbuka dan menyambut pengunjung kembali,” imbuhnya. (ATN)

Tags: InggrisWorld Travel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.