• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

4 Alasan Walhi dan NGO AS Tolak Tesla Investasi Nikel di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
July 29, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspansi Pertambangan Nikel di Sulawesi Hancurkan Wilayah Pesisir

Pencemaran Limbah Sedimen Bekas Tambang di Desa Lafeu, Sulawesi Tengah. Dok. WALHI Sulteng

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bersama puluhan Non Government Organization (NGO) Amerika Serikat telah mengirimkan surat terbuka kepada Elon Musk, CEO perusahaan kendaraan listrik Tesla, pada Senin (25/7).

Dalam surat itu, mereka menyerukan desakan kepada Musk untuk membatalkan rencana investasi di industri nikel Indonesia karena masalah lingkungan.

“Surat ini adalah pengingat kepada Tesla bahwa situasi eksisting industri nikel di Indonesia telah menghasilkan dampak pada lingkungan dan masyarakat,” kata Manajer Kampanye Isu Tambang dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Rere Christianto, Jumat (29/7/2022).

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Nikel saat ini telah men jadi rebutan korporasi global karena merupakan bahan baku pembuatan sel baterai yang digunakan kendaraan listrik. Adapun Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

Walhi bersama berbagai NGO melayangkan surat itu usai Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bertemu dengan miliarder Elon Musk di Texas pada Mei 2022, untuk membahas potensi investasi di Indonesia.

Dalam surat itu, Walhi secara tegas meminta Musk berhenti melanjutkan rencana investasi nikel di Indonesia.

“Akhiri rencana investasi Tesla di industri nikel Indonesia karena berpotensi merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat Indonesia,” demikian bunyi subjek surat tersebut.

Terdapat empat alasan mengapa Walhi bersama NGO lainnya menolak investasi Tesla di sektor nikel Indonesia, sebagaimana tertera dalam surat tersebut.

Pertama, pertambangan nikel menyebabkan peningkatan deforestasi dan pencemaran air yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Saat ini saja, sekitar 673 ribu hektare hutan Indonesia telah diberikan kepada perusahaan industri nikel.

Kedua, keberadaan industri nikel di Indonesia membuat kasus kriminalisasi masyarakat lokal dan aktivis lingkungan meningkat. Salah satu contohnya adalah kasus di Wawonii, Sulawesi Tenggara.

Ketiga, keberadaan industri nikel mengancam kelangsungan hidup kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan orang disabilitas.

“Fakta terkini menunjukkan bahwa industri pertambangan telah membiarkan pencemaran air dan udara, perampasan tanah, serta merusak wilayah pengelolaan masyarakat dan wilayah pengelolaan perempuan”.

Keempat, industri nikel melanggar undang-undang. Sebab, banyak industri nikel di Indonesia beroperasi di pulau-pulau kecil. Hal itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Dalam bagian rekomendasi, Walhi dkk tak hanya meminta Musk membatalkan investasi di sektor nikel Indonesia. Mereka juga meminta Musk untuk tidak lagi menggunakan produk nikel asal Indonesia dalam rantai produksi Tesla, sebagai upaya mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah di Indonesia. (ATN)

Tags: Tambang Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership
  • Indonesia’s Mineral Transformation: Moving Up the Global Value Chain
  • Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access
  • Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier
  • Tencent Cloud Accelerates AI Adoption in Indonesia
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.