• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

47 Persen Negara Anggota G20 Hadapi Masalah Korupsi Politik

by Redaksi Asiatoday
March 9, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Forum G20 SFWG: Indonesia Dorong Implementasi Keuangan Berkelanjutan

Presidensi G20 Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, DENPASAR – Negara-negara anggota G20 dengan perekonomian terbesar di dunia, menghadapi masalah serius dalam hal korupsi politik.

Pasalnya, hampir setengah anggota G20 mencatatkan indeks persepsi korupsi di bawah 50.

Hal itu harus menjadi perhatian karena akan menjadi cerminan pemberantasan korupsi secara global.

RelatedPosts

Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Menurut Chair Anti-Corruption Working Group C20 Dadang Tri Sasongko, berdasarkan catatan Transparansi Internasional, 47 persen dari anggota G20 mencatatkan indeks di bawah 50. Semakin kecil skala indeks itu maka temuan korupsi semakin banyak.

G20 harus memberi perhatian terhadap masalah tersebut karena kelompok itu akan sangat memengaruhi kinerja pemberantasan korupsi sebagian besar negara-negara di dunia.

“Di negara-negara G20 sedang ada problem serius dan sebagian besar adalah korupsi politik,” ujar Dadang dalam konferensi pers Kick Off & Meeting C20 Indonesia, Selasa (8/3/2022) di Nusa Dua, Bali.

Dadang yang juga merupakan Dewan Etik Indonesia Corruption Watch (ICW) menjelaskan bahwa secara global, terdapat 120 negara yang memiliki indeks persepsi korupsi di bawah 50. Hal tersebut menjadi masalah besar yang harus dipikirkan oleh G20, yang juga diterpa kondisi serupa.

Dadang menjelaskan bahwa transaksi dan perdagangan terus terjadi lintas negara, baik antar anggota G20 maupun dengan negara-negara lain yang skala ekonominya lebih kecil.

Adanya praktik korupsi otomatis akan memengaruhi aktivitas di negara-negara terkait.

Hal tersebut mendasari Dadang, melalui C20 untuk mendorong G20 agar menyoroti persoalan korupsi. Upaya implementasi langkah pencegahan korupsi harus berjalan sesegera mungkin, terlebih di periode pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

“Ini tantangan besar bagi G20, bukan hanya mengangkat situasi persepsi korupsi anggotanya, tetapi karena mereka bertransaksi, berdagang, maka kinerja anti korupsi G20 sangat menentukan hitam putihnya negara-negara lain, yang sebagian besar tidak lebih baik dari negara lainnya,” tandasnya. (ATN)

Tags: G20KorupsiKorupsi Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • World Bank Backs Cambodia’s Green Industry Drive with $115 Million Energy Investment
  • Indonesia Uses Nickel Dominance to Court South Korean Investment in Global EV Supply Chain
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.