• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

48 Smelter Nikel di Indonesia Ditarget Beroperasi 2024

by Redaksi Asiatoday
October 20, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Smelter Nikel CNI Group Didukung Penuh Pemerintah dan Perbankan di Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arifin Tasrif. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus berpacu mendorong industri nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

Pasalnya, industri ini diyakini akan menjadi penopang ekonomi Indonesia di tengah ancaman resesi global tahun 2023.

Untuk itu pemerintah mendorong percepatan hilirisasi nikel mengingat besarnya potensi komoditas tersebut.

RelatedPosts

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam sebuah kesempatan mengungkapkan, saat ini ada 48 proyek smelter nikel yang ditargetkan seluruhnya beroperasi pada tahun 2024.

Proyek-proyek smelter ini berlokasi di Banten, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara.

“Ada 48 proyek yang kita harapkan bisa selesai di 2024, memang sekarang ada kendala akibat kondisi sekarang dan kesulitan lain dari industri pertambangan untuk membangun smelter,” ujar Arifin dalam keterangan resminya seperti dikutip Rabu (19/10/2022).

Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia, dengan produksi pada tahun 2021 1 juta metrik ton atau 37,04% di dunia. Cadangan nikel di Indonesia diperkirakan mencapai 21 juta metrik ton.

Maluku Utara adalah salah satu basis tambang nikel di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Maluku Utara dominasi komoditi mineral besi, baja, dan nikel yang tercatat tumbuh 10,34 persen.

Arifin mengungkapkan, Kementerian ESDM terus berupaya menjembatani kebutuhan para investor tersebut untuk dapat merealisasikan proyek smelter yang sudah direncanakan. Hal tersebut juga untuk mewujudkan cita-cita Indonesia di sektor minerba.

“Cita-cita Indonesia, untuk bisa membangun industri hilirisasi dari hulu ke hilir yang memberikan nilai tambah tinggi, serta menyerap tenaga kerja, dan hal positif lain yang akan bisa diterima oleh Indonesia. Jadi Kementerian ESDM mendukung penuh program hilirisasi yang memang sudah kita canangkan. Mudah-mudahan dalam waktu yang sudah kita targetkan cita-cita ini bisa kita capai,” ujarnya.

Salah satu proses yang dapat dilakukan untuk memberikan nilai tambah nikel adalah hidrometalurgi, yakni mengolah bijih nikel kadar rendah menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik.

Sementara itu, praktisi industri nikel Steven Brown menyatakan, baterai berperan penting dalam transisi energi.

“Tanpa nikel, mungkin akan ada transisi ke EBT (energi baru terbarukan), tetapi akan delay,” kata Steven dalam sebuah diskusi.

Di lain pihak, Head of External Relation Harita Nickel Stevi Thomas menyatakan pihaknya telah menerapkan teknologi energi bersih dalam menjalankan operasional smelter.

Sejak tahun 2021, Harita Nickel, melalui PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL) yaitu anak usaha PT Trimegah Bangun Persada (PT TBP) telah menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) dalam mengolah dan memurnikan nikel kadar rendah (limonite).

Dari proses ini dihasilkan intermediate product berupa mixed hydroxide precipitate (MHP) selanjutnya diolah menjadi logam nikel dan cobalt murni secara terpisah.

“Teknologi ini memungkinkan kami menyuplai bahan baku untuk mengurangi emisi,” kata dia.

PT HPL yang mulai beroperasi pada pertengahan 2021 di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, adalah perusahaan pionir di Indonesia dalam memproduksi bahan baku utama baterai kendaraan listrik (MHP) dan memiliki kapasitas produksi 365.000 WMT per tahun. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelIndustri Baterai
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.