• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

53 Warga Indonesia Disekap di Kamboja

Fadli Zon Desak Kemlu Prioritaskan Keselamatan

by Redaksi Asiatoday
July 29, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Utang BUMN Indonesia Dikhawatirkan Memicu Krisis Besar

Fadli Zon. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sedikitinya 53 warga negara Indonesia (WNI) disekap di Kamboja. Para WNI tersebut merupakan korban penipuan perusahaan investasi palsu di Sihanoukville, Kamboja.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon, turut menyoroti kasus ini. Fadli mendorong diplomasi pemerintah memprioritaskan keselamatan para WNI saat ini.

“Perlindungan keselamatan WNI adalah prioritas dalam hal ini. Mereka yang jadi korban penipuan dan disekap harus segera dibebaskan,” kata Fadli kepada wartawan, Jumat (29/7/2022).

RelatedPosts

Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway

Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

Fadli Zon meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membangun diplomasi dengan otoritas tertinggi di Kamboja, di samping dengan pihak kepolisian. Mengapa begitu, karena Kamboja merupakan negara berbentuk monarki.

“Selain pihak kepolisian Kamboja, Kemlu perlu langsung berhubungan dengan otoritas tertinggi di Kamboja untuk mempercepat proses ini. Kita tahu Kamboja merupakan negara yang masih pendekatannya kekuasaan,” imbuhnya.

Kemlu sebelumnya telah mengkonfirmasi adanya 53 WNI yang disekap di Kamboja. Kemlu pun telah menghubungi Kepolisian Kamboja untuk meminta bantuan pembebasan. Saat ini Kepolisian Kamboja tengah menangani kasus tersebut.

Kasus penipuan perusahaan investasi palsu saat ini marak terjadi seiring maraknya tawaran kerja di Kamboja melalui media sosial. Pada 2021 saja, KBRI Pnom Penh telah berhasil menangani dan memulangkan 119 WNI korban investasi palsu.

Pada tahun 2022, kasus serupa semakin meningkat di mana hingga Juli 2022, tercatat terdapat 291 WNI menjadi korban; 133 di antaranya sudah berhasil dipulangkan. (ATN)

Tags: Fadli Zon LibraryIndonesia dan KambojaKamboja
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.