• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

66 Negara Diambang Kolaps, 28 Negara Minta Tolong ke IMF

by Redaksi Asiatoday
October 11, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
66 Negara Diambang Kolaps, 28 Negara Minta Tolong ke IMF

Krisis Global. Dok IMF

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Krisis multidimensi di tingkat global kian menimbulkan ketidakpastian. Banyak negara di dunia menghadapi stuasi sulit.

Menurut Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), saat ini terdapat 66 negara yang berada pada posisi yang rentan untuk bangkrut akibat situasi global yang tidak mudah dan sulit diprediksi.

“Lembaga-lembaga internasional menyampaikan 66 negara berada pada posisi yang rentan untuk kolaps. Saat ini 345 juta orang di 82 negara menderita kekurangan akut dan kelaparan. Artinya ada krisis pangan,” kata Jokowi saat berbicara di Pembukaan Kongres XII Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Munas XI Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) Tahun 2022, di Plaza Semanggi, Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (11/10/2022).

RelatedPosts

Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US

Hormuz Crisis Threatens Asia’s Energy Security as UN Urges US-Iran De-escalation

S&P Affirms Indonesia’s BBB Rating as Global Agencies See Steady Growth

Jokowi mengungkapkan, dari 66 negara itu, terdapat 28 negara mengantre untuk meminta pertolongan kepada Dana Moneter Internasional (IMF) agar membantu perekonomian di negara tersebut.

“Tadi pagi saya mendapatkan telepon dari Menteri Keuangan dari Washington DC. Beliau menyampaikan sudah 28 negara antre masuk sebagai pasien IMF. Ini kondisi yang apa adanya harus saya sampaikan. Artinya pandemi yang melanda semua negara itu mengakibatkan ekonomi global ini ambruk,” katanya.

Situasi makin memburuk akibat dampak perang antara Rusia dan Ukraina, sehingga krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan saat ini menghimpit semua negara.

Dia menceritakan, saat dirinya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan melakukan pembicaraan selama 1,5 jam di Kyiev dan Presiden Rusia Vladimir Putin selama 2,5 jam di Moskow dengan bahasan atas keinginan Indonesia sesuai dengan amanat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia.

“Meski begitu, dari pembicaraan 1,5 jam plus 2,5 jam saya menyimpulkan perang tidak akan usai dalam waktu yang dekat masih panjang dan inilah yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global,” pungkas Jokowi. (ATN)

Tags: IMFKrisis EkonomiKrisis EnergiKrisis Pangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Targets Global Halal Economy Leadership as Islamic Markets Expand
  • Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost
  • Australia–Indonesia Deepen Economic Integration Through Katalis 2.0
  • Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US
  • Hormuz Crisis Threatens Asia’s Energy Security as UN Urges US-Iran De-escalation
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.