ASIATODAY.ID, BANGKOK – KBRI Bangkok kembali memfasilitasi kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terlantar di Thailand pada 23 April 2020. Mereka terlantar setelah Thailand menerapkan pelarangan akses demi mencegah penyebaran wabah coronavirus (Covid-19).
Kepulangan gelombang kedua WNI tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Garuda Indonesia. Maskapai nasional itu menggunakan izin khusus repatriasi WNI ke tanah air dari pihak otoritas Indonesia dan Thailand.
“Sejumlah 66 WNI yang mayoritas merupakan siswa program magang dan pertukaran pelajar kembali ke Indonesia pada penerbangan kali ini,” pernyataan KBRI Bangkok, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (24/6/2020).
“Ditengah situasi ketidakpastian pembukaan kembali rute penerbangan internasional di Thailand, penerbangan khusus Garuda Indonesia ini sangat membantu kepulangan WNI stranded (terlantar) ke Indonesia,” jelas KBRI.
KBRI Bangkok juga mendorong sejumlah siswa magang untuk segera mengurus kepulangan mereka ke Indonesia sebagai antisipasi perpanjangan masa pelarangan akses commercial flights ke dan dari Thailand.
Raja Herfana, salah satu mahasiswa dari Yogyakarta yang kembali ke Tanah Air dalam penerbangan tersebut menyampaikan apresiasi atas fasilitasi KBRI Bangkok yang memungkinkan kepulangan mereka ke Indonesia, di tengah kebijakan pelarangan akses Pemerintah Thailand.
Sebagaimana gelombang pertama pada 20 April lalu, penerbangan kali juga ditujukan bagi WNI utamanya siswa magang dan pertukaran pelajar serta wisatawan Indonesia yang telah memiliki tiket. Saat ini, masih terdapat sejumlah WNI yang di Thailand, di antaranya mereka yang masih menunggu masa ujian dan berharap kembali ke tanah air bulan Mei mendatang.
KBRI Bangkok senantiasa terbuka untuk memfasilitasi WNI yang membutuhkan di tengah keterbatasan yang ada. Berbagai informasi dan pelayanan KBRI dapat diaskes melalui berbagai saluran komunikasi seperti layanan hotline, email, dan media sosial. (AT Network)
