• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

7 Pekan Mengungsi, Rajapaksa Kembali ke Sri Lanka

by Redaksi Asiatoday
September 4, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Aktivis HAM Sri Lanka Desak Jaksa Agung Singapura Tangkap Gotabaya Rajapaksa

Mantan Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa. Dok

ASIATODAY.ID, KOLOMBO – Eks Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa akhirnya kembali ke Kolombo pada Sabtu (3/9/2022) waktu setempat.

Rajapaksa terbang dari Bangkok, Thailand melalui Singapura sekitar Jumat tengah malam dan mendarat di Bandara Internasional Bandaranaike Kolombo, setelah 7 pekan mengungsi karena melarikan diri dari protes rakyat.

Laporan NPR, Minggu (4/9/2022), Rajapaksa disambut oleh anggota parlemen partainya dan meninggalkan bandara dengan iring-iringan mobil yang dijaga ketat oleh tentara bersenjata. Ia kemudian menuju rumah milik pemerintah yang dialokasikan untuknya sebagai mantan presiden di pusat Ibu Kota, Kolombo.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Pada 13 Juli, pemimpin yang digulingkan, bersama istri dan dua pengawalnya itu melarikan diri dengan pesawat angkatan udara ke Maladewa sebelum melakukan perjalanan ke Singapura. Di Singapura, ia secara resmi mengundurkan diri.

Rajapaksa terbang ke Thailand dua pekan kemudian. Rajapaksa tidak memiliki kasus pengadilan atau surat perintah penangkapan yang tertunda terhadapnya.

Satu-satunya kasus pengadilan yang Rajapaksa hadapi ialah dugaan korupsi selama menjabat sebagai sekretaris Kementerian Pertahanan di bawah kepresidenan kakak laki-lakinya.

Gugatan itu ditarik ketika dia terpilih sebagai presiden pada 2019 karena kekebalan konstitusional.

Selama beberapa bulan, Sri Lanka dicengkram krisis ekonomi terburuk dalam sejarahnya. Hal tersebut memicu protes luar biasa dan kemarahan publik yang pada akhirnya memaksa Rajapaksa dan saudaranya, mantan perdana menteri, untuk mundur.

Situasi di negara yang bangkrut itu diperparah oleh faktor-faktor global seperti pandemi dan invasi Rusia ke Ukraina, tetapi banyak yang menganggap keluarga Rajapaksa yang dulu berkuasa bertanggung jawab atas salah urus ekonomi dan menjerumuskannya ke dalam krisis.

Krisis ekonomi telah menyebabkan kelangkaan kebutuhan pokok selama berbulan-bulan seperti bahan bakar, obat-obatan, dan gas untuk memasak karena kekurangan mata uang asing.

Meskipun pasokan gas untuk memasak dipulihkan oleh bantuan dukungan Bank Dunia, kekurangan bahan bakar, obat-obatan kritis dan beberapa bahan makanan terus berlanjut.

Negara kepulauan itu telah menangguhkan pembayaran utang luar negeri hampir US$7 miliar yang jatuh tempo tahun ini. Total utang luar negeri negara itu berjumlah lebih dari US$51 miliar, sejumlah US$28 miliar harus dilunasi pada 2027.

Pada Selasa pekan ini, Presiden Ranil Wickremesinghe dan pemerintahannya mencapai kesepakatan awal dengan Dana Moneter Internasional untuk paket pinjaman US$2,9 miliar selama empat tahun untuk membantu negara pulih. (ATN)

Tags: Gotabaya RajapaksaSri Lanka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.