• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ADB Proyeksi Pertumbuhan Negara Berkembang di Asia akan Melambat

by Redaksi Asiatoday
December 14, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
ADB Proyeksi Pertumbuhan Negara Berkembang di Asia akan Melambat 1

Kantor Asian Development Bank (ADB). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia tahun 2022 dan tahun 2023.

Pasalnya, kawasan ini menghadapi hambatan terus-menerus akibat konflik Rusia-Ukraina, kebijakan nol Covid-19 China dan ekonomi global yang melambat.

ADB dalam laporan Asia Development Outlook, memperkirakan pertumbuhan 2022 di negara-negara berkembang Asia melambat menjadi 4,2%, turun sedikit dari perkiraan 4,3% pada September dan menandai kelima kalinya prospek diturunkan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Untuk tahun depan, ekonomi blok gabungan, yang meliputi China dan India, diproyeksikan tumbuh 4,6%, jauh lebih lambat dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,9%.

“Pemulihan di Asia yang sedang berkembang diperkirakan akan berlanjut tetapi kehilangan tenaga,” kata ADB dalam laporan yang dirilis pada Rabu (14/12/2022).

Pertumbuhan di China kemungkinan akan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu diperkirakan tumbuh 3,0% tahun ini dan 4,3% tahun depan, lebih lemah dari perkiraan ADB sebelumnya masing-masing sebesar 3,3% dan 4,5%.

“Aktivitas ekonomi di RRC (Republik Rakyat China) tetap terhambat oleh wabah Covid-19 yang sporadis, pembatasan nol-Covid-19, dan berlanjutnya pelemahan di pasar properti,” jelas ADB.

Prospek pertumbuhan untuk sub-kawasan beragam, dengan prakiraan 2022 untuk Asia Tenggara dan Asia Tengah direvisi lebih tinggi, sedangkan proyeksi untuk Asia Timur tahun ini dan berikutnya dipangkas karena melemahnya ekonomi China.

Menurut ADB, kawasan ini mungkin melihat sedikit jeda dari kenaikan harga konsumen dengan inflasi regional sekarang diperkirakan akan menetap di 4,4% tahun ini dari 4,5% sebelumnya, dan 4,2% pada 2023.

ADB memperingatkan risiko terhadap prospek pertumbuhan tetap ada karena konflik Rusia-Ukraina dapat memperbaharui lonjakan harga-harga komoditas, memicu inflasi global dan mendorong pengetatan moneter lebih lanjut. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: ADBAsian Development BankPertumbuhan AsiaPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.