• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Akademisi UGM Terpilih Sebagai ASEAN Science Diplomat 2020

by Redaksi Asiatoday
June 18, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kolaborasi AFFA dan IPC Corporate University Bangun SDM Berkualitas Global

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dua Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Ahmad Agus Setiawan, dan Dr. Himawan Tri Bayu Murti Petrus, terpilih sebagai ASEAN Science Diplomat 2020.

ASEAN Science Diplomat merupakan jaringan ilmuwan muda ASEAN yang mengemban tugas mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan Asia Tenggara.

“ASEAN Science Diplomat ini diharapkan dapat bersuara sebagai duta untuk pembangunan dan perkembangan ilmu pengetahuan di negaranya masing-masing,” kata Ahmad Agus Setiawan, dalam keterangan tertulis UGM, dikutip Kamis (18/6/2020).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Sains dan teknologi, berperan penting dalam menentukan masa depan pembangunan regional. Meski demikian, di beberapa negara bidang-bidang sains sering kali dikesampingkan karena perhatian lebih banyak ditujukan kepada bidang sosial dan politik.

Setiap negara memerlukan figur ilmuwan yang berperan sebagai role model bagi generasi muda. Layaknya Habibie yang dianggap sebagai bapak teknologi di Indonesia.

Oleh karena itu, pemilihan ASEAN Science Diplomat yang berusia di bawah 45 tahun ini menjadi salah satu langkah untuk mencari potensi ilmuwan di tingkat ASEAN.

“Jaringan ini juga berfungsi sebagai wadah untuk membina pemahaman yang erat antarilmuwan di negara-negara ASEAN. Di Asia Tenggara banyak sekali ilmuwan yang andal, hanya diperlukan wadah untuk membangun diskusi yang lebih cair dan fleksibel,” terang Ahmad.

Dosen di Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM ini dikenal sebagai peneliti di bidang teknik energi terbarukan. Sebelumnya ia juga pernah menerima sejumlah penghargaan, di antaranya ASEAN Science and Technology Fellowship Priority Area Sustainable Energy serta Energy Globe Award 2012 dan Energy Globe Ambassador 2013 dari Energy Globe Foundation, Austria.

Dosen UGM lainnya yang terpilih sebagai ASEAN Science Diplomat adalah Himawan Petrus, dosen Teknik Kimia yang sebelumnya pernah menerima ASEAN-US Fellow for Science and Technology.

ASEAN Science Diplomat terpilih melalui proses seleksi oleh panel juri. Pada tahun ini, terdapat 365 peneliti yang mengikuti seleksi, dan 14 peneliti yang kemudian terpilih sebagai Outstanding Diplomat. Pengumuman diplomat terpilih dilakukan Sabtu, 13 Juni 2020 kemarin secara daring.

Keempat belas ilmuwan ini akan mengambil bagian dalam ASEAN Science Diplomat Assembly yang digelar setiap tahun sebagai ajang yang memfasilitasi diskusi antara ilmuwan dan pembuat kebijakan terkait program serta prioritas riset mereka. Pertemuan ini dijadwalkan untuk diselanggarakan pada Juni tahun ini, namun akhirnya ditunda akibat pandemi covid-19.

Ketua tim penilai, Ria Persad menuturkan, kandidat diplomat tahun ini memiliki latar belakang penelitian yang kuat serta beragam prestasi. Proses penilaian, terangnya, difokuskan pada tiga kriteria utama, yaitu potensi untuk menjembatani kepakaran mereka dengan para pembuat kebijakan, visi untuk kolaborasi dengan peneliti di negara-negara ASEAN, serta kemampuan komunikasi dan diplomasi.

“Kami sangat senang dengan representasi dari para kandidat. Ini menunjukkan bahwa ilmuwan ASEAN sebenarnya sama unggulnya dengan ilmuwan dari bagian dunia lainnya, bahkan bisa lebih unggul,” imbuhnya. (ATN)

Tags: ASEAN Science Diplomat 2020UGMUniversitas Gadjah Mada
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.