• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Amankan Teritorial, Indonesia Siagakan 4 KRI di Natuna Antisipasi Konflik di LCS

by Redaksi Asiatoday
June 19, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kapal China Bertahan di Laut Natuna, Indonesia harus Waspadai Provokasi

TNI Al siaga di perairan Natuna. Foto : didikh017

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia terus meningkatkan kesiagaan untuk mengamankan teritorial dari ancaman konflik di Laut China Selatan (LCS).

Koarmada I TNI AL telah menyiagakan 4 kapal perang Indonesia (KRI) di Natuna, Kepulauan Riau. Kapal-kapal berjenis Fregat dan Korvet, kapal antikapal selam tersebut akan melakukan patroli rutin di perairan Laut Natuna Utara.

“Saat ini kami telah menyiagakan 4 KRI di Natuna. Kapal-kapal ini akan intens menggelar patroli rutin, karena Laut Natuna Utara itu wilayah kita,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I TNI AL, Letkol Laut Fajar Tri Rohadi, Jumat (19/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

Dikatakan, armada kapal tersebut jumlahnya sudah bertambah sebab jika dibandingkan dengan kegiatan rutin, biasanya hanya 2 atau kapal yang dikerahkan untuk berpatroli.

Di dalam setiap kapal tersebut juga disiagakan 100 personel TNI AL dan juga pasukan TNI lainnya yang terintegrasi.

“Dalam satu KRI rata-rata ada 100 prajurit. Jadi kalau ditotal ada 400 prajurit,” terangnya.

Ditegaskan, langkah ini dilakukan demi melindungi kedaulatan dan kepentingan NKRI di wilayah tersebut. Terlebih, peningkatan kesiagaan di wilayah Laut Natuna Utara itu sudah menjadi hal yang pasti dan sudah dilaksanakan sejak lama. 

“TNI AL dalam hal ini Koarmada I terus menyiagakan KRI di Natuna dan antisipasi meluasnya eskalasi konflik di Laut China Selatan,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Sukamta menyerukan agar pemerintah memastikan keamanan wilayah Indonesia saat meningkatnya eskalasi di Laut China Selatan (LCS). Beberapa pekan terakhir, eskalasi meningkat akibat saling reaksi antara militer China dan Amerika Serikat (AS).

Peningkatan eskalasi di Laut China Selatan dinilai perlu menjadi perhatian serius. Sebab, wilayah Indonesia memiliki perbatasan langsung dengan Laut China Selatan. 

“Beberapa kali terjadi insiden kapal nelayan dengan kawalan cost guard China masuk ke Laut Natuna Utara yang masuk wilayah Indonesia,” terangnya, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya, kedaulatan wilayah Indonesia harus jadi prioritas paling utama untuk diamankan.

Panglima TNI perlu mengerahkan kapal perang dan pesawat pengintai di Laut Natuna Utara guna mengantisipasi terulangnya pelanggaran oleh kapal asing.

Sukamta memandang, reaksi yang kuat dari pemerintah akan menjadi sinyal bagi China dan negara manapun untuk tidak mencoba masuk wilayah Indonesia.

Namun dia menyarankan agar Indonesia tidak perlu masuk ke dalam arena konflik antara China dan AS karena politik luar negara Indonesia yang bebas aktif.

“Selain itu, Indonesia punya hubungan diplomatik yang baik dengan kedua negara,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Laut China SelatanNatunaTNITNI Angkatan LautZEE Natuna UtaraZEEI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.