• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 22, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Ambisi Pertamina Capai Net Zero Emission 2060

by Redaksi Asiatoday
April 22, 2023
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pembangkit Listrik Gas Terbesar di Asia Tenggara Siap COD Tahun ini

Pembangkit Listrik berbahan bakar gas terbesar di Asia Tenggara, yakni PLTGU Jawa-1. Dok Pertamina

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pertamina berambisi untuk mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060, melalui dua inisiatif strategis.

Pertama, melakukan dekarbonisasi bisnis. Kedua, membangun bisnis hijau.

“Ada enam inisiatif bisnis hijau yang saat ini sedang dibangun Pertamina, yaitu produksi biofuels, pengembangan energi terbarukan, carbon sink, pengembangan hidrogen bersih untuk sektor transportasi dan industri, pengembangan baterai dan EV ecosystem, serta perdagangan karbon,” kata Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) Fadli Rahman dalam siaran pers Jumat (21/4/2023).

RelatedPosts

World Bank and Japan Launch New Push to Secure Global Critical Minerals Supply Chains

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

Fadli mengatakan, produksi biofuels dilakukan di kilang-kilang Pertamina dengan target kapasitas hingga 200 ribu barel per hari untuk hydrotreated vegetable oils (HVO) dan hydroprocessed esters and fatty acids (HEFA) pada tahun 2060. Sedangkan untuk pengembangan hidrogen bersih ditargetkan mencapai kapasitas produksi 1,8 juta ton per tahun pada tahun 2040.

Menurut Fadli, pengembangan hidrogen bersih salah satunya bersumber dari geothermal yang dikelola oleh Pertamina NRE, salah satu subholding Pertamina.

“Pertamina NRE berkolaborasi dengan sejumlah mitra strategis, seperti Sembcorp, IGNIS, Keppel, Chevron, TEPCO, Krakatau Steel, dan Pondera dalam inisiatif pengembangan hidrogen bersih,” ujarnya.

Pertamina juga mengembangkan energi terbarukan lainnya, yakni pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yang sudah dibangun di sejumlah area operasi Pertamina. Termasuk di SPBU yang saat ini sudah mencapai lebih dari 300 titik.

“Upaya pemanfaatan energi terbarukan dilakukan Pertamina sebagai upaya untuk menjadikan proses bisnisnya lebih hijau,” kata Fadli.

Adapun dekarbonisasi dilakukan melalui inisiatif carbon sink.

Fadli mengatakan, untuk mewujudkan ketahanan energi nasional, Indonesia masih membutuhkan energi fosil, yang saat ini masih menjadi bisnis utama Pertamina.

Namun demikian, untuk mengurangi emisi karbon di sektor hulu migas ini, inisiatif carbon sink dilakukan Pertamina melalui dua cara, yaitu carbon capture storage (CCS/CCUS) serta inisiatif nature based solutions (NBS).

“Untuk CCS/CCUS, Pertamina bekerja sama dengan mitra strategis dari Jepang maupun Amerika Serikat, sedangkan untuk NBS, kolaborasi dilakukan bersama dengan Perhutani,” ujarnya.

Sebagai perusahaan energi nasional terbesar, Pertamina memegang perani strategis untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dan suplai energi ke masyarakat.

“Di saat yang sama, Pertamina juga memastikan ketahanan energi bagi generasi mendatang. Salah satunya melalui pengembangan energi hijau,” pungkasnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Pertamina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures $17 Billion AIIB Commitment as Global Confidence in Its Fiscal Strength Deepens
  • China Throws Full Weight Behind Indonesia’s Debut Panda Bond Plan
  • MotoGP Mandalika Fires Up Indonesia’s Economy, Generates IDR4.96 Trillion Windfall
  • Coal Fraud Fugitive Richard Muljadi Arrested Upon Return from Singapore
  • Indonesia Becomes ASEAN’s Top Rice Producer, Ranks Fourth Globally, FAO Says
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.