• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Amerika dan Eropa Harus Belajar Mitigasi Covid-19 dari Asia

by Redaksi Asiatoday
October 20, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pusat Pandemi Corona Kini Bergeser ke Eropa  

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus didampingi Kepala Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pakar kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan kepada negara-negara di Eropa dan Amerika Utara untuk belajar dari negara-negara Asia dalam mitigasi pandemi Covid-19.

Pasalnya, Asia hingga saat ini tetap bertahan dengan langkah-langkah anti virus corona dan mengkarantina siapa pun yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

WHO untuk Wilayah Eropa, yang mencakup negara Rusia, telah mencatat terdapat hingga 8.500 angka kematian dalam sepekan terakhir dan separuh dari negara di Eropa telah mengalami peningkatan kasus sebesar 50 persen.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurut Mike Ryan, pakar keadaan darurat utama WHO, selama beberapa bulan terakhir, pihak berwenang di Negara Australia, China, Jepang dan Korea Selatan telah mengurangi penyebaran dengan mendeteksi kasus secara dini, mengisolasi mereka dan mengkarantina orang yang melakukan kontak.

“Dengan kata lain, mereka tetap mempertahankan pola pencegahan dan tahu ini belum garis akhir dari pandemi. Terlalu banyak negara telah menempatkan garis finis imajiner dan ketika mereka melewati garis itu, akibatnya melonggarkan beberapa aktivitas (pencegahan) mereka,” ujar Ryan seperti yang dikutip dari scmp, Selasa (20/10/2020).

“Negara-negara di Asia, Asia Selatan, Pasifik Barat yang menurut saya sukses terus menindaklanjuti kegiatan-kegiatan pencegahan utama tersebut,” tambahnya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak pihak berwenang untuk bertahan dalam perang melawan virus yang telah menginfeksi 40 juta dan menewaskan lebih dari 1,1 juta itu.

“Saya tahu ada kelelahan, tetapi virus telah menunjukkan bahwa ketika kita lengah, virus itu dapat melonjak kembali dengan kecepatan sangat tinggi dan mengancam rumah sakit dan sistem kesehatan,” ujar Tedros. (ATN)

Tags: Corona AsiaCorona EropaCOVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.