• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ancaman Banjir, Ribuan Warga Hubei Dievakuasi

by Redaksi Asiatoday
July 23, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ancaman Banjir, Ribuan Warga Hubei Dievakuasi

Banjir di China. Foto: South China Morning Post

ASIATODAY.ID, BEIJING – Pemerintah China mengevakuasi ribuan warga di provinsi Hubei usai tanah longsor menutup sebuah anak sungai yang memicu terbentuknya semacam danau. Air yang terus meninggi itu dikhawatirkan dapat menenggelamkan sejumlah desa.

Tanah longsor terjadi pada Selasa kemarin, yang memblokade aliran anak sungai dari Sungai Yantze di dekat kota Enshi, Hubei. Terhalangnya aliran sungai ini berpotensi memicu banjir besar jika hujan deras mengguyur Hubei.

Badan Meteorologi Nasional China memperbarui peringatan cuaca buruk level oranye untuk Shandong, Henan, Jiangsu, Shaanxi, Chongqing, Sichuan, Yunan, dan juga Tibet per hari ini, Rabu 22 Juli 2020. Warga di wilayah-wilayah tersebut diminta selalu waspada karena musibah banjir dapat terjadi sewaktu-waktu.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Sejumlah wilayah di Shandong diprediksi akan diguyur hujan deras dalam beberapa hari ke depan. Warga Shandong, terutama yang tinggal di area rawan banjir, diminta untuk menghentikan sementara kegiatan di luar rumah.

Peringatan cuaca buruk level merah diterapkan untuk Anhui dan Jiangxi, dua provinsi yang dilalui Sungai Yangtze. Selasa kemarin, Kementerian Sumber Daya Air China memperingatkan bahwa ketinggian air di Yangtze dan beberapa danau di dekatnya akan terus meningkat.

Otoritas China mengaku akan mengawasi secara seksama ketinggian air di bendungan Three Gorges Dam, yang selama ini menampung debit air dalam jumlah besar untuk meredam risiko banjir. Saat ini ketinggian air di bendungan tersebut 16 meter lebih tinggi dari level waspada.

Akhir Juni lalu, otoritas provinsi Sichuan melaporkan adanya 12 korban tewas dan 10 dinyatakan hilang dalam musibah banjir yang dipicu hujan deras.

Dalam skala nasional, banjir di China sejak awal Juni telah membuat 78 orang dinyatakan tewas atau hilang. Banjir juga telah menghancurkan atau merusak lebih dari 100 ribu rumah.
 
Kementerian Urusan Darurat China mengestimasi musibah banjir kali ini telah memicu kerugian ekonomi hingga senilai lebih dari 25 miliar yuan (setara Rp49 triliun). (ATN)

Tags: Banjir ChinaBencana AsiaChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.