• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Anggota Komisi VII DPR Tentang Rencana PLN Garap Kendaraan Listrik

by Redaksi Asiatoday
January 29, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Anggota Komisi VII DPR Tentang Rencana PLN Garap Kendaraan Listrik

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir melontarkan protes keras terhadap Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.

Pasalnya, PLN dinilai bukan leading sektor yang tepat untuk menjalankan program kendaraan listrik. PLN sebaiknya fokus membenahi ketersediaan energi listrik nasional dibandingkan membicarakan kendaraan listrik.

“PLN tidak perlu bicara kendaraan listrik, sebaiknya fokus saja benahi ketersediaan dan jaringan listrik. Di Indonesia masih banyak daerah tidak tersentuh aliran listrik,” tegas Nasir dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan PLN di gedung Senayan, Selasa (28/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT

Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race

Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost

Nasir memandang, penyediaan kebutuhan listrik bagi masyarakat jauh lebih krusial dibandingkan PLN mengurusi kendaraan listrik.

“Program ini yang harusnya dikerjakan PLN. Banyak daerah kita seperti di Riau, Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa Timur saat ini kekurangan listrik. Itu yang paling penting dibereskan, tandasnya.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan, penggunaan kendaraan listrik akan menciptakan stabilisasi ekonomi karena impor bahan bakar minyak (BBM) terpangkas.

Menurut dia, impor BBM selama ini menjadi penyumbang kedua defisit neraca perdagangan Indonesia. Setidaknya, pada 2018, Indonesia melakukan impor BBM senilai Rp330 triliun atau sekitar 2 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Jika tidak ada konservasi energi kata dia, maka impor BBM akan naik menjadi Rp550 triliun pada 2025. Dengan melakukan konversi dari BBM ke listrik, penurunan impor BBM pun dapat dilakukan.

“PLN melakukan beberapa persiapan untuk dukung kendaraan listrik pengalihan transporasi darat berbasis impor BBM jadi energi domestik atau listrik,” jelasnya.

Zulkifli menjelaskan, selama rentang 2020 hingga 2024, PLN telah menyiapkan rencana pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Saat ini, PLN baru membangun SPKLU sebagai show case di empat wilayah yakni Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Denpasar.

“Kami melihat penggunaan kendaraan listrik sangat membantu kinerja PLN ke depan, dan kami akan mendukung sebaik-baiknya karena memindahkan konsumsi BBM ke pengunaan listrik, yang merupakan bisnis utama PLN,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Industri Kendaraan ListrikKendaraan ListrikKomisi VII DPRPLN
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.