• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Arab Saudi akan Bangun Desert Rock, Resort di Pegunungan

by Redaksi Asiatoday
September 29, 2021
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Arab Saudi akan Bangun Desert Rock, Resort di Pegunungan 1

Lokasi proyek Desert Rock di Arab Saudi. Foto : Oppenheim Architecture

ASIATODAY.ID, RIYADH – Arab Saudi akan membangun sebuah destinasi wisata yang memadukan arsitektur dengan lanskap alam yang bernama Desert Resort.

Pengembang di belakang Proyek Laut Merah Arab Saudi telah mengungkapkan rencana desain untuk resort gunung baru bernama Desert Rock di pemandangan wadi di barat Kerajaan. Perusahaan Pengembangan Laut Merah (RSDC) mengumumkan resor besar itu akan terletak di pegunungan Arab Saudi.

Didesain oleh firma arsitektur internasional, Oppenheim Architecture, Desert Rock dirancang sebagai destinasi yang berfungsi untuk melindungi dan melestarikan lingkungan dan akan memungkinkan pengunjung untuk terhubung dengan alam dan budaya lokal.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

“Kami ingin menciptakan destinasi yang memungkinkan pengunjung merasakan keindahan Arab Saudi yang tak tersentuh. Desert Rock akan memberikan pemandangan spektakuler tanpa gangguan sambil melestarikan lanskap alam untuk dinikmati generasi mendatang,” kata John Pagano, CEO RSDC, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (29/9).

Pengunjung akan memasuki resort melalui lembah tersembunyi yang terletak di antara pegunungan. Dari sana, mereka akan menemukan 48 vila dan 12 kamar hotel di dalam gunung yang terletak di antara pemandangan, dengan arsitektur yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam batu. Wisatawan tak perlu khawatir, berbagai akomodasi akan tersedia, mulai dari suite hotel di tengah gunung hingga sejumlah kamar galian tertentu di dalam batu.

Untuk memberikan pemandangan tanpa gangguan melintasi lanskap, sebagian besar jalan menuju resort akan didorong ke tepi wadi utama dan tersembunyi di balik gundukan lanskap. Ini juga akan meminimalkan polusi suara dan cahaya, memungkinkan pengunjung dapat melihat sepenuhnya lanskap gurun.

Resort ini akan menampilkan fasilitas mutakhir, termasuk spa dan pusat kebugaran kelas dunia, area makan, serta fitur oasis laguna. Pengunjung juga bisa mendaki, menggunakan dune buggies, dan menatap bintang sebagai bagian dari program kegiatan di seluruh lokasi.

Proyek ini bertujuan mempertahankan sejarah kuno situs dengan mempekerjakan masyarakat setempat sebagai penjaga tanah dan menyediakan wisata pendidikan bagi pengunjung tentang sejarah lokal daerah tersebut.

Sebagai bagian dari komitmen RSDC untuk pariwisata regeneratif, Desert Rock akan dirancang untuk mencapai tingkat sertifikasi Kepemimpinan dalam Desain Energi dan Lingkungan (LEED) tertinggi.

Arsitekturnya telah dirancang untuk mengurangi konsumsi energi dan meregenerasi flora asli. Sistem retensi dan distribusi air akan digunakan di seluruh lokasi dengan air hujan yang dipanen digunakan untuk menciptakan wadi yang lebih hijau dan berkembang.

Pekerjaan persiapan lokasi telah dimulai dan konstruksi dimulai pada Juli 2021. Proyek Laut Merah telah melewati tonggak penting di tempat tujuan dan pekerjaan sedang berjalan untuk menyambut pengunjung pertama pada akhir tahun 2022, ketika hotel pertama akan dibuka dan selesai pada 2023, termasuk total 16 hotel. (ATN)

Tags: Arab SaudiAsia TourismDesert RockOppenheim ArchitectureWisata Arab Saudi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.