• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Bertekad Hentikan Dominasi Ekonomi China Secara Global

by Redaksi Asiatoday
March 6, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS Resmi Kembali ke Perjanjian Paris, Atasi Perubahan Iklim Global

Parade bendera Amerika Serikat (AS) saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joe Biden dan Kamala Harris di depan Capitol. Foto: potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Konfrontasi antara Amerika Serikat (AS) dan China nampaknya masih akan terus menajam.

Pasalnya, AS bertekad untuk menghentikan dominasi ekonomi China di pentas global.

Tim Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menggunakan semua alat yang tersedia untuk melawan praktik perdagangan yang tidak adil oleh China.

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

Sejauh ini hubungan kedua negara belum terlalu harmonis, terlebih Pemerintahan Biden belum juga menghapus tarif tinggi untuk Beijing.

Dokumen yang dirilis tidak mengumumkan alat yang akan digunakan Pemerintah AS. Tetapi dokumen itu meresmikan pernyataan yang dibuat oleh Biden dan anggota timnya dalam beberapa bulan terakhir tentang bagaimana mereka akan menangani China dan prioritas permasalahan perdagangan lainnya.

“Mengatasi tantangan China akan membutuhkan strategi yang komprehensif dan pendekatan yang lebih sistematis daripada pendekatan sedikit demi sedikit di masa lalu,” kata dokumen tersebut, dilansir dari CNBC International, Sabtu (6/3/2021).

“Administrasi Biden sedang melakukan tinjauan komprehensif terhadap kebijakan perdagangan AS terhadap China sebagai bagian dari pengembangan strategi China secara keseluruhan,” tambah dokumen tersebut.

Laporan tersebut menguraikan beberapa tindakan merugikan dari China, seperti hambatan untuk membatasi akses pasar, program kerja paksa yang disetujui pemerintah, subsidi yang tidak adil, transfer teknologi yang memaksa, akuisisi ilegal, dan pelanggaran kekayaan intelektual Amerika.

“Kemudian penyensoran dan pembatasan lain di internet dan ekonomi digital, dan kegagalan untuk memberikan perlakuan kepada perusahaan Amerika di berbagai sektor yang sebanding dengan perlakuan yang diterima perusahaan China di sektor tersebut di Amerika Serikat,” kata laporan itu.

Dokumen itu menambahkan Pemerintahan Biden akan bekerja sama dengan mitra dan sekutu untuk memastikan bahwa China memenuhi kewajiban perdagangannya. Pemerintah juga akan menjadikannya prioritas utama untuk menangani program kerja paksa China yang menargetkan Muslim Uighur dan kelompok minoritas lainnya.

Rilis laporan itu datang ketika Katherine Tai, calon Biden untuk Perwakilan Dagang AS, menunggu persetujuan dari Senat. Tai mengaku akan bekerja untuk mengatasi berbagai masalah mengenai perdagangan dan praktik ekonomi China termasuk perlindungan kekayaan intelektual, pembatasan akses pasar, dan sensor.

Dia siap menjajaki berbagai pilihan untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk melalui pembicaraan bilateral tetapi tidak akan ragu untuk bertindak jika pembicaraan itu terbukti tidak efektif. (ATN)

Tags: Perang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.