• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Boikot Olimpiade dan Paralimpiade di Beijing

by Redaksi Asiatoday
December 7, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Serukan Penyelidikan Internasional Asal-usul COVID-19 di China

Juru Bicara Gedung Putih AS, Jen Psaki. Dok WH

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memboikot Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing sebagai sikap menentang genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang sedang berlangsung di Xinjiang.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, atlet AS masih akan diizinkan untuk berlaga di Olimpiade, tetapi negara itu tidak akan mengirim pejabat pemerintah ke pertandingan tersebut.

Kebijakan yang sama berlaku untuk Paralimpiade, yang juga berlangsung di Beijing.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

“Gedung Putih ingin mengirim pesan yang jelas bahwa pelanggaran hak asasi manusia di China membuat Pemerintah AS berlaku seperti biasa,” kata Psaki kepada wartawan saat briefing di Gedung Putih seperti dikutip CNN, Selasa (7/12/2021).

Langkah tersebut menandai peningkatan tekanan oleh AS terhadap China atas tuduhan kerja paksa dan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah barat China Xinjiang.

Pelanggaran itu khususnya terhadap penduduk Uyghur dan kelompok etnis dan agama minoritas lainnya.

Presiden Joe Biden mengatakan kepada wartawan bulan lalu bahwa dia sedang mempertimbangkan memboikot diplomatik ketika anggota parlemen Demokrat dan Republik, termasuk Ketua DPR Nancy Pelosi, menganjurkan untuk memprotes pelanggaran hak asasi manusia China.

Para atlet yang akan membentuk Tim USA mendapat “dukungan penuh” dari pemerintah, kata Psaki, tetapi dia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan “berkontribusi pada kemeriahan pertandingan.”

Psaki mengatakan bahwa boikot diplomatik terhadap kegiatan tersebut tidak berarti menjadi akhir dari keprihatinan pihaknya atas pelanggaran hak asasi manusia.

Dia mengungkapkan bahwa Gedung Putih juga telah memberi tahu sekutunya di luar negeri tentang keputusan AS.

Psaki juga mengatakan Gedung Putih merasa tidak tepat untuk menghukum atlet AS yang telah berlatih selama bertahun-tahun dengan mengadakan boikot Olimpiade AS secara keseluruhan.

Terakhir kali AS sepenuhnya memboikot Olimpiade adalah pada tahun 1980 ketika mantan Presiden Jimmy Carter menjabat. (ATN)

Tags: Amerika SerikatOlimpiade Beijing
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.