• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Dukung Pembicaraan antara Zelenskyy dan Xi Jinping untuk Akhiri Perang

by Redaksi Asiatoday
March 17, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Zelensky Serukan Pembicaraan Damai dengan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dok

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendukung pembicaraan antara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan Presiden China Xi Jinping.

Namun jika hal itu terjadi, Washington meminta Beijing agar tidak mengambil pandangan sepihak atas konflik yang berlangsung di Ukraina.

“Kami pikir itu akan menjadi hal yang sangat baik jika mereka berdua (Zelenskyy dan Xi) berbicara,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby kepada awak media saat ditanya tentang laporan Wall Street Journal bahwa Xi dan Zelenskyy bakal menggelar pembicaraan, Kamis (16/3/2023).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kirby pun menyoroti sikap China yang menekankan perlunya gencatan senjata di Ukraina. Menurutnya, hal itu terdengar masuk akal.

Namun secara bersamaan, hal tersebut akan secara efektif “meratifikasi” penaklukan Rusia atas Ukraina.

“Itu (gencatan senjata), pada dasarnya, mengakui keuntungan Rusia dan merupakan pelanggaran lanjutan terhadap Piagam PBB,” ucapnya.

Menurut Kirby, gencatan senjata akan memungkinkan Rusia memperkuat posisinya di Ukraina dan membangun kembali pasukan mereka. Dan pada waktunya, Moskow bisa melancarkan lagi serangkaian serangan terhadap Kiev.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari Kiev maupun Beijing tentang kemungkinan pertemuan Zelenskyy dan Xi Jinping. Namun menteri luar negeri kedua negara, yakni Qin Gang dan Dmytro Kuleba telah melakukan pembicaraan via telepon pada Kamis lalu.

Pada peringatan satu tahun perang Rusia-Ukraina pada 24 Februari lalu, China merilis dokumen bertajuk merilis dokumen bertajuk China’s Position on the Political Settlement of the Ukraine Crisis. Dokumen itu berisi 12 poin usulan China untuk menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina.

Ke-12 poin tersebut yakni, menghormati kedaulatan semua negara, meninggalkan mentalitas Perang Dingin, menghentikan permusuhan, melanjutkan pembicaraan damai, menyelesaikan krisis kemanusiaan, melindungi warga sipil dan tahanan perang, menjaga keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir, mengurangi risiko strategis seperti penggunaan senjata nuklir dan senjata kimia, memfasilitasi ekspor gandum, menghentikan sanksi sepihak, menjaga stabilitas industri dan rantai pasok, serta mempromosikan rekonstruksi pasca-konflik.

Sesaat setelah dokumen itu dirilis, Zelenskyy mengatakan, dia hendak menemui Xi Jinping.

“Saya berencana untuk bertemu Xi Jinping dan percaya ini akan bermanfaat bagi negara kita dan keamanan dunia,” katanya dalam konferensi pers di Kiev ketika memperingati satu tahun perang dengan Rusia.

Zelenskyy mengungkapkan, dia terbuka untuk mempertimbangkan bagian dari rencana gencatan senjata 12 poin yang diusulkan China untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina. Kendati demikian, Zelenskyy tak menyebut tentang kapan kemungkinan pertemuannya dengan Xi Jinping terjadi. (Reuters)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Krisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.