• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Kerahkan Kapal Tempur Atasi Aksi Ilegal China di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
October 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dilengkapi Rudal, Armada Tempur AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan

Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS John McCain. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Situasi memanas nampaknya masih akan terus berlanjut di Laut China Selatan.

Pasalnya, Amerika Serikat pada Jumat (23/10), mengatakan akan mengerahkan kapal-kapal patroli Penjaga Pantai di barat Pasifik untuk melawan aktivitas “yang merusak dan tercela” oleh China di wilayah penangkapan ikan yang disengketakan di Laut China Selatan.

China dianggap telah melakukan serangkaian penangkapan ikan secara “ilegal” dan “tidak diatur”, serta “pelecehan” terhadap kapal-kapal penangkap ikan dari negara-negara kawasan.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Mengutip AFP, Sabtu (24/10/2020), Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Robert O’Brien, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Penjaga Pantai AS akan menyiapkan “tim respon” di barat Pasifik.

Kapal kelas Sentinel ini akan melakukan operasi keamanan maritim, termasuk membantu kapal penangkap ikan “bekerja sama dengan mitra regional yang memiliki kapasitas pengawasan dan penegakan terbatas di lepas pantai, dan memastikan kebebasan navigasi,” katanya.

Washington secara sistematis menuduh China melanggar hukum internasional dengan mengirimkan kapal perangnya sebagai pengawal bagi kapal penangkap ikan China ke daerah penangkapan ikan di negara lain.

Pada bulan Juli, Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, mengecam “daftar perilaku buruk” di Laut China Selatan selama beberapa bulan sebelumnya dan menuduh militer China telah menenggelamkan sebuah kapal penangkap ikan Vietnam, mengganggu pengembangan minyak dan gas Malaysia, dan mengawal armada penangkap ikan China ke zona ekonomi eksklusif Indonesia.

O’Brien menambahkan bahwa Penjaga Pantai, yang berada di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), juga sedang mempelajari apakah akan secara permanen menempatkan beberapa kapal patrolinya di wilayah Samoa Amerika di Pasifik Selatan.

Bulan lalu, Indonesia memprotes serangan kapal penjaga pantai China di zona ekonomi eksklusifnya, yang terletak di antara perairan teritorialnya sendiri dan perairan internasional dan di mana negara mengklaim hak eksklusif untuk mengeksploitasi sumber daya alam.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan sebagai miliknya, klaim yang digugat oleh beberapa negara termasuk Malaysia, Taiwan, Filipina, dan Indonesia. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.