• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Terdepan Bela Taiwan Jika Diinvasi China

by Redaksi Asiatoday
September 19, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presiden AS Joe Biden Desak Militer Myanmar Kembalikan Kekuasaan

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok Potus

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara terbuka mengatakan pasukan AS akan terdepan membela Taiwan jika terjadi invasi China.

Pernyataan keras yang akan membuat China meradang itu disampaikannya dalam sebuah wawancara CBS 60 Minutes yang disiarkan kemarin.

“Ya, jika pada kenyataannya ada serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Biden seperti dikutip CNA, Senin (19/9/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Ketika diminta untuk mengklarifikasi apakah maksudnya bahwa pembelaan itu tidak seperti di Ukraina, Biden membenarkannya.

Dia mengatakan pasukan AS, pria dan wanita, akan membela Taiwan jika terjadi invasi China. Pernyataannya dalam wawancara itu tampaknya melampaui kebijakan lama AS yang dinyatakan di Taiwan dan lebih jelas daripada yang sebelumnya tentang komitmen pasukan AS untuk mempertahankan pulau itu.

AS telah lama terjebak pada kebijakan “ambiguitas strategis” dan tidak menjelaskan apakah akan menanggapi secara militer serangan terhadap Taiwan. Sedangkan ketika diminta berkomentar, juru bicara Gedung Putih mengatakan kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah.

“Presiden telah mengatakan ini sebelumnya, termasuk di Tokyo awal tahun ini. Dia juga menjelaskan bahwa kebijakan Taiwan kami tidak berubah. Itu tetap benar,” kata juru bicara itu.

Senat AS mengambil langkah pertama untuk mengarahkan bantuan militer ke Taiwan dan China telah mengajukan keberatannya saat panel Senat AS mengajukan RUU Taiwan.

Pada bulan Mei, Biden ditanya apakah dia bersedia terlibat secara militer untuk membela Taiwan dan menjawab: “Ya … itulah komitmen yang kami buat.”

Dalam wawancara 60 Menit, Biden menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat tidak mendukung kemerdekaan Taiwan dan tetap berkomitmen pada kebijakan “Satu China” di mana Washington secara resmi mengakui Beijing bukan Taipei. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.