• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, June 30, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Waspadai Kemungkinan China Bangun Pangkalan Militer di Kepulauan Solomon

by Redaksi Asiatoday
April 23, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Waspadai Kemungkinan China Bangun Pangkalan Militer di Kepulauan Solomon

Negeri Kepulauan Solomon. Dok

ASIATODAY.ID, HONIARA – Amerika Serikat (AS) memperingatkan dampak serius jika China membangun kehadiran militer permanen di Kepulauan Solomon.

Peringatan itu disampaikan para pejabat AS yang berkunjung setelah negara Pasifik itu menandatangani pakta pertahanan dengan Beijing.

Delegasi Gedung Putih di ibu kota Honiara menyampaikan peringatan keras pada hari yang sama ketika duta besar China menghadiri acara dengan Perdana Menteri Manasseh Sogavare, satu tanda pentingnya kedua negara menurut negara pulau kecil itu.

RelatedPosts

Indonesia Offers Rice Exports to Singapore in Regional Supply Shift

UN Warns Global Drug Trade Enters a Dangerous New Era, with Asia at Its Core

ADB Sounds Global Alarm, Unveils US$70 Billion Asia Investment Drive

AS dan Australia adalah sekutu tradisional negara Pasifik itu. Kedua negara sangat curiga terhadap kesepakatan pertahanan itu, karena khawatir hal itu dapat memberi China pijakan militer di Pasifik Selatan.

Gedung Putih menyatakan para pejabat telah memberi tahu Sogavare bahwa pakta yang baru-baru ini ditandatangani memiliki “implikasi keamanan regional yang potensial” bagi Washington dan sekutunya.

“Jika langkah-langkah diambil untuk membangun kehadiran militer permanen secara de facto, kemampuan proyeksi kekuatan atau instalasi militer, delegasi tersebut mencatat bahwa Amerika Serikat kemudian akan memiliki keprihatinan yang signifikan dan menanggapinya dengan tepat,” kata Gedung Putih seperti dilaporkan AFP, Sabtu (23/4/2022).

Koordinator Dewan Keamanan Nasional Indo-Pasifik Kurt Campbell dan asisten menteri luar negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik Daniel Kritenbrink memimpin delegasi, yang juga termasuk pejabat Pentagon.

Menurut pernyataan Gedung Putih, “Sogavare menegaskan kembali jaminan spesifiknya bahwa tidak akan ada pangkalan militer, tidak ada kehadiran jangka panjang dan tidak ada kemampuan proyeksi kekuatan, seperti yang dia katakan di depan umum”.

Terlambat untuk menghentikan kesepakatan keamanan dengan China, Gedung Putih mengatakan bahwa delegasi diplomatiknya mengunjungi Fiji, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon minggu ini untuk “memastikan kemitraan AS memberikan kemakmuran, keamanan dan perdamaian di Kepulauan Pasifik dan Indo- Pasifik”.

Tim diplomatik AS mendarat di Honiara hanya tiga hari setelah pakta keamanan dengan Tiongkok diumumkan. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Offers Rice Exports to Singapore in Regional Supply Shift
  • UN Warns Global Drug Trade Enters a Dangerous New Era, with Asia at Its Core
  • ADB Sounds Global Alarm, Unveils US$70 Billion Asia Investment Drive
  • Indonesia’s Great Nickel Gamble: The Export Ban That Reshaped a Global Industry
  • Indonesia–Russia Trade Tops US$5 Billion as Strategic Partnership Deepens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.