• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ASEAN Bertekad untuk Segera Keluar dari Krisis Covid-19

by Redaksi Asiatoday
July 25, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Dipercaya Pimpin Satgas ASEAN Travel Corridor Arrangement

Komunitas ASEAN. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) bertekad untuk berjuang bersama agar secepatnya keluar dari krisis Covid-19.

Komitmen dan tekad itu mengemuka dalam pertemuan virtual Menteri Kesehatan se-ASEAN yang berlangsung pada Kamis (22/7/2021).

Pertemuan itu dipimpin oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin selaku Ketua Menteri Kesehatan ASEAN.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Thailand dan Wakil Menteri Kesehatan Laos, Filipina, Singapura, dan Vietnam. Pertemuan juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal ASEAN serta Regional Director WHO SEARO dan WPRO.

Budi mengatakan, saat ini ada 5 negara anggota ASEAN masih mengalami lonjakan kasus Covid-19 terutama karena adanya mutasi virus. Sementara 5 negara lainnya telah berhasil mempertahankan tren kasus tetap dengan jumlah kasus relatif rendah.

“Negara anggota ASEAN yang sedang mengalami lonjakan kasus memperkuat upayanya dalam penanganan pandemi melalui peningkatan kapasitas testing, tracing, dan treatment serta vaksinasi,” kata Budi dalam keterangan pers yang diterima Sabtu (24/7/2021).

Melalui pertemuan tersebut, Budi menuturkan, para Menteri Kesehatan ASEAN sepakat bahwa vaksinasi merupakan jalan untuk mengakhiri pandemi.

Untuk itu, ASEAN perlu terus mendorong skema multilateral untuk menjamin ketersediaan akses vaksin secara adil dan merata kepada semua negara sehingga mempercepat capaian target vaksinasi.

Selain itu, para Menteri Kesehatan ASEAN juga menekankan pentingnya pelaksanaan inisiatif sektor kesehatan ASEAN yang sedang berjalan, diantaranya;

Pertama, pembentukan ASEAN Center for Public Health Emergencies and Emerging Diseases (ACPHEED) yang merupakan regional hub untuk penanganan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Kedua, pengembangan ASEAN Public Health Emergency Coordination System (APHECS) yaitu untuk mensinergikan upaya lintas badan sektor ASEAN dalam memajukan kesiapsiagaan kawasan dan tanggapan terhadap keadaan darurat kesehatan masyarakat.

Ketiga, ASEAN Covid-19 Response Fund untuk mendukung penyediaan kebutuhan dana maupun logistik untuk penanganan Covid-19.

Keempat, ASEAN Regional Reserved for Medical Supplies (RRMS) untuk penyediaan cadangan alat kesehatan yang siap dimobilisasi dalam situasi darurat.

Kelima, ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework (ATCAF) yaitu untuk memfasilitasi perjalanan bisnis esensial lintas batas.

Keenam, ASEAN Strategic Framework on Public Health Emergencies yang merupakan SOP untuk penanganan kegawatdaruratan di kawasan.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan Pernyataan Bersama Menteri Kesehatan ASEAN untuk saling bersinergi dan memperkuat keterlibatan mitra dalam mengembangkan protokol kesehatan sebagai upaya pemulihan ekonomi, meningkatkan kapasitas laboratorium dan bertukar informasi dalam genomic sequencing SARS-CoV-2, serta saling mendukung upaya percepatan vaksinasi di negara anggota ASEAN.

Pada kesempatan ini, para Menteri Kesehatan ASEAN sekaligus menandai peluncuran ASEAN Portal on Public Health Emergencies untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digital di ASEAN.

Portal tersebut memungkinkan pengguna untuk mengakses data terkait public health emergencies di ASEAN dan juga sebagai platform untuk pertukaran teknis melalui forum diskusi para ahli.

Budi menegaskan perlu setiap negara untuk saling bekerjasama dalam mengakhiri pandemi.

“Di dunia yang saling terhubung, izinkan saya meyakinkan anda melalui sebuah kutipan ‘no one is safe until everyone is safe’,” ucapnya.

“Mengingat lokasi geografis yang dekat dan warisan budaya yang sama, kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi wilayah dan memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat kita,” pungkasnya. (ATN)

Tags: Corona AsiaCOVID-19Global Solidarity to Fight COVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.