• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ASEAN Didesak Bertindak Tegas Terhadap Myanmar

by Redaksi Asiatoday
August 2, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
ASEAN Leaders Meeting: Kekerasan di Myanmar Harus Dihentikan

Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Retno LP Marsudi, dan Seskab Pramono Anung memberikan keterangan pers usai menghadiri ASEAN Leaders’ Meeting, Sabtu (24/04/2021), di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Krisis politik berkepanjangan yang terjadi di Myanmar kembali menjadi pokok pembahasan perkumpulan Negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN).

Dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) pada Senin (2/8/2021), topik mengenai penunjukan utusan khusus untuk masalah Myanmar menjadi isu yang paling alot dibahas.

Dalam pertemuan itu, Indonesia mendesak ASEAN memberikan keputusan yang tegas soal ini.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengakui implementasi 5 Poin Konsensus (5PCs) terkait Myanmar masih jalan di tempat sejak ASEAN Leaders Meeting di Jakarta pada 24 April lalu.

“Terus terang saya menyampaikan sampai saat ini tidak terjadi perkembangan yang signifikan dalam implementasi 5PCs,” katanya dalam konferensi pers virtual dari Washington DC pada Senin (2/8/2021) dini hari.

“Oleh karena itu sudah waktunya ASEAN mengambil keputusan dan tindakan tegas,” lanjutnya.

Menlu Retno yang menghadiri AMM pada Senin, awalnya pertemuan diagendakan hanya 2 jam, namun karena alot akhirnya berlangsung selama 5 jam. Retno menegaskan bahwa tertundanya implementasi 5PCs tidak akan membawa kebaikan bagi ASEAN.

“Jika pertemuan ini gagal memastikan langkah konkret implementasi 5PCs, maka Indonesia mengusulkan bahwa isu mengenai tindak lanjut 5PCs ini dikembalikan ke para Pemimpin ASEAN,” ungkapnya.

Untuk itu, Indonesia berharap agar Myanmar dapat segera menyetujui usulan ASEAN mengenai penunjukkan utusan khusus sehingga utusan khusus dapat segera bekerja dengan mandat yang jelas dari ASEAN. Utusan khusus yang diipilih juga harus dipastikan mendapatkan jaminan akses penuh baik terkait dengan pertemuan dengan berbagai pihak maupun pergerakan selama menjalankan tugasnya di Myanmar.

Guna memberikan dukungan terhadap rakyat Myanmar, Retno juga mengusulkan kepada ASEAN agar segera mengambil langkah pemberian bantuan kemanusiaan termasuk untuk kaum perempuan dan anak-anak.

Menlu Retno saat ini tengah berada di Washington DC untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.