• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Asia Diproyeksi akan Pimpin Pemulihan Ekonomi Global

by Redaksi Asiatoday
June 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Grab dan Gojek Berebut Pasar di Asia Tenggara

Negara - negara Asia dan ASEAN. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Asia diproyeksikan akan memimpin pemulihan ekonomi global.

Analisis itu terungkap dalam laporan terbaru ANZ dan Eurasia Group tentang dampak krisis Covid-19 dan pemulihan di dunia G-Zero.

Faktor ketahanan membuat banyak negara Asia bisa keluar dari krisis Covid-19. Karena itu, Asia sangat mungkin memimpin pemulihan ekonomi global pasca Covid-19.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Menurut Kepala Ekonom ANZ Richard Yetsenga, ketahanan Asia terhadap pandemi telah memungkinkan banyak negara untuk keluar dari krisis dengan peran yang lebih sentral dalam ekonomi dunia.  

China kemungkinan akan membantu memimpin pemulihan permintaan global, sementara negara-negara ASEAN telah melakukannya. Proses pemulihan ekononi China dan ASEAN melampaui AS yang menjadi pelanggan ekspor terbesar China pada kuartal pertama 2020.

“Kami percaya tren ini akan berlanjut, menempatkan Asia di pusat ekonomi global,” terang Yetsenga melalui keterangan tertulisnya, Selasa (23/6/2020).

Eksekutif Internasional ANZ Group, Farhan Faruqui mengatakan, pandemi telah mengubah cara masyarak hidup dan bekerja selamanya.

Kekuatan-kekuatan yang membentuk dunia pasca-Covid ini tidak akan asing. Namun, kecepatan dimana kekuatan-kekuatan ini bergerak akan sangat diakselerasi.

“Digitalisasi, data, robotika, otomatisasi dan investasi cloud akan menjadi pertimbangan yang lebih kritis untuk bisnis daripada sebelumnya. Kami juga melihat langkah besar menuju penghapusan risiko rantai pasokan,” kata Faruqui.

Analis dalam laporan itu menjelaskan, ketegangan geopolitik antara AS dan China akan meningkatkan kompleksitas lingkungan bisnis di negara-negara yang berusaha menyeimbangkan hubungan dengan kedua kekuatan dunia itu. 

Kejatuhan ekonomi terkait Covid-19 telah relatif mempercepat penurunan peran AS sebagai mesin ekonomi dunia dan meningkatkan sentralitas Asia, khususnya China, menjadi siklus ekonomi global.

Efek gabungan dari perdagangan AS-China dan konflik teknologi, yang dipicu oleh penurunan global oleh Covid-19, dan pertumbuhan cepat China telah mengurangi pentingnya pasar konsumen AS untuk ekonomi Asia.

Tren ini kemungkinan akan berlanjut karena perdagangan dan rantai pasokan menjadi lebih terkonsentrasi regional. Juga karena ekonomi Asia pulih lebih cepat daripada AS.

Penurunan Pengaruh Barat

Dunia G-Zero mengacu pada kekosongan kekuasaan yang muncul dalam politik internasional yang diciptakan oleh penurunan pengaruh Barat dan fokus domestik dari pemerintah negara berkembang. Kondisi itu menghasilkan lingkungan geopolitik di mana tidak ada negara atau kelompok negara yang bisa secara efektif memenuhi tantangan global.

Presiden Media Eurasia Group & GZero Ian Bremmer mengatakan, latar belakang geopolitik yang rapuh di dunia G-Zero ini akan menghasilkan krisis Covid-19 yang lebih lama dan lebih dalam daripada yang diperkirakan. Di sisi lain, pandemi ini semakin melemahkan kepemimpinan global AS dan pengaruhnya terhadap ekonomi.

“Pergeseran geopolitik ini tidak diragukan lagi akan mengarah pada tingkat risiko dan kompleksitas bisnis yang lebih tinggi untuk negara-negara di seluruh dunia,” kata Bremmer. (ATN)

Tags: Asia BusinessAsia EconomicPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.