• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Atasi Perubahan Iklim, Joe Biden akan Tunjuk Mantan Menlu AS

by Redaksi Asiatoday
November 24, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Atasi Perubahan Iklim, Joe Biden akan Tunjuk Mantan Menlu AS

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry. Dok

ASIATODAY.ID, DELAWARE – Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden akan menunjuk mantan Menteri Luar Negeri John Kerry sebagai pemimpin agenda utama Biden mengatasi perubahan iklim.

Kerry merupakan satu dari beberapa tokoh yang akan diumumkan Biden sebagai bagian dari kabinetnya pada Selasa (24/11/2020).

Beberapa tokoh lainnya juga mencuat seperti Avril Haines sebagai perempuan pertama yang memimpin urusan intelijen AS, dan Antony Blinken sebagai Menlu — posisi terpenting dalam kebijakan luar negeri.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Tim transisi Biden mengatakan bahwa Kerry akan berkomitmen “memerangi perubahan iklim.” Mantan Menlu di era Barack Obama itu juga akan menjadi pejabat pertama di AS yang didedikasikan khusus untuk urusan perubahan iklim di Dewan Keamanan Nasional AS.

Kerry menandatangani Perjanjian Iklim Paris mewakili AS pada 2016. Perjanjian itu merupakan komitmen negara-negara dunia dalam membatasi meningkatnya temperatur global.

Di bawah presiden Donald Trump, AS menjadi negara pertama yang menarik diri dari perjanjian tersebut. Namun Biden berjanji akan segera bergabung kembali.

“Amerika akan segera mendapatkan sebuah pemerintahan yang menanggapi krisis iklim sebagai isu darurat seperti sebuah ancaman terhadap keamanan nasional,” tulis Kerry via Twitter, dilansir dari laman BBC.

“Saya bangga dapat bekerja sama dengan presiden terpilih, mitra-mitra kami dan para pemimpin muda dalam pergerakan iklim untuk mengatasi krisis ini sebagai Utusan Iklim Presiden,” sambungnya.

Pengumuman beberapa nama pengisi kabinet Biden akan dilakukan seiring semakin meningkatnya seruan agar Trump segera mengakui kekalahan dalam pemilu AS. Hingga kini, Trump belum juga bersedia menerima kemenangan Biden.

Senin kemarin, Biden mengaku akan fokus mempersiapkan diri untuk bekerja di hari pertama dirinya menjadi presiden.

“Saya membutuhkan sebuah tim yang siap di hari pertama untuk membantu saya membawa Amerika dalam memandu dunia menghadapi berbagai tantangan terbesar saat ini,” ungkapnya. (ATN)

Tags: Climate ChangeJohn KerryPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.