• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Australia Bersiap Evakuasi 100 Pelajar dari Wuhan

by Redaksi Asiatoday
January 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Diduga Terjangkit Virus Pneumonia, Australia Isolasi Seorang Warganya

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Pemerintah Australia tengah menyiapkan kemungkinan memulangkan lebih dari 100 pelajar dari Wuhan, China. Sebanyak 100 pelajar ini terkungkung di kota tersebut karena Wuhan dikunci oleh otoritas China terkait wabah virus corona.

Menteri Kesehatan Federal Greg Hunt mengatakan lebih dari 100 pelajar Australia berada di kota Wuhan, dan mereka semua sedang diupayakan untuk dievakuasi dari episenter penyebaran virus corona tersebut.

“Kami tengah bekerja untuk memastikan ada bantuan bagi 100 warga Australia di Wuhan. Kami juga berusaha seperti negara-negara lain untuk mengamankan warga masing-masing agar dapat dipulangkan,” kata Hunt, dilansir dari TVNZ, Senin (27/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marise Payne menilai menutup perbatasan Australia atas kemunculan Novel Coronavirus (nCoV) ini merupakan langkah yang sangat signifikan. Ia menambahkan, pemerintah federal perlu menetapkan aturan mengenai apakah warga yang nantinya dievakuasi akan dikarantina atau tidak saat tiba di Australia.

“Kami tidak memiliki angka pasti mengenai jumlah warga Australia di Wuhan atau di Provinsi Hubei, karena banyak yang memiliki kewarganegaraan ganda. Beberapa di antara mereka mungkin saja tidak bepergian dengan paspor Australia,” kata Payne.

Sebanyak lima kasus nCoV telah terkonfirmasi di Australia. Para pasien telah diisolasi di rumah sakit. Pihak berwenang juga berusaha melacak orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan orang tersebut.

Tiga pria berusia 35,43, dan 53 tahun dirawat di rumah sakit Sydney karena virus corona tipe terbaru ini. Namun, rumah sakit mengatakan kondisi mereka stabil.

Pemerintah China merilis data terbaru seputar virus corona, yakni 80 korban tewas dengan total kasus terkonfirmasi mencapai 2.744 per hari ini, Senin 27 Januari 2020. Tambahan 24 korban tewas berasal dari Hubei, provinsi yang menjadi episenter penyebaran virus korona tipe nCoV.

Meski tidak ada kematian baru di luar Hubei, angka infeksi terverifikasi virus corona di seantero China mencapai 2.700 kasus. Sekitar separuh dari total kasus itu berasal dari Hubei. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: AustraliaChina VirusVirus KoronaVirus PneumoniaWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.