• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Australia Percepat Pembelian Ranjau Laut Senilai U$700 Juta

by Redaksi Asiatoday
January 23, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Australia Percepat Pembelian Ranjau Laut Senilai U$700 Juta

Angkatan lau Australia. Dok Royal Australian Navy

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Australia ingin mempercepat pembelian ranjau laut generasi baru untuk melindungi pelabuhannya di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pembangunan militer China dan pengaruh yang meluas di kawasan Pasifik.

Dikutip dari Bloomberg pada Senin (23/1/2023), Departemen Pertahanan Australia mengatakan ranjau laut “pintar” akan dapat membedakan antara sasaran militer dan kapal pengapalan lainnya serta menjadi “pencegah yang signifikan bagi agresor potensial.

Berita itu pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Nine Australia pada Senin (23/1/2023).

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

“Biayanya [pembelian ranjau laut] bisa mencapai 1 miliar dolar Australia atau US$700 juta, meskipun total akhir masih dianggap rahasia. Departemen tidak merilis informasi tentang biaya tambang,” tulis surat kabar Nine Australia.

Pemerintah Australia telah berusaha untuk memperkuat pasukan militernya dalam beberapa tahun terakhir untuk membantu melawan ekspansi militer China yang cepat di wilayah Pasifik.

Pada tahun lalu, setidaknya ada dua insiden konfrontasi yang dilaporkan antara pasukan Australia dan China, termasuk satu di lepas pantai utara Australia.

Pada saat yang sama, Beijing telah memperluas jejak diplomatiknya di Pasifik, menandatangani perjanjian keamanan dengan Kepulauan Solomon yang memungkinkan kapal perang China berlabuh hanya 2.000 kilometer (1.200 mil) dari daratan Australia.

Militer Australia saat ini sedang bernegosiasi dengan AS dan Inggris untuk memperoleh armada kapal selam nuklir pada 2040 sebagai bagian dari kemitraan keamanan AUKUS yang berjangkauan luas.

Namun, Pengumuman tentang desain kapal baru diharapkan dalam beberapa bulan. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.