• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Badai Matahari Menerjang Planet Bumi Besok, Aliran Listrik Bisa Terganggu

by Redaksi Asiatoday
April 13, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Badai Matahari Menerjang Planet Bumi Besok, Aliran Listrik Bisa Terganggu

Panas Matahari. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para ahli memperkirakan badai matahari akibat lontaran massa korona (coronal mass ejection/CME) akan menerjang planet Bumi pada Kamis (14/4/2022) dengan kecepatan 429 hingga 575 kilometer per detik.

Lontaran massa korona tersebut sebelumnya telah melemparkan plasma dan radiasi intensitas tinggi ke wilayah planet dalam, atau wilayah Merkurius dan Venus pada Rabu (6/4/2022) dan Kamis (7/4/2022).

Korona adalah bagian terluar dari atmosfer matahari dengan ciri temperatur tinggi dan massa jenis rendah. Sementara, CME adalah lontaran besar plasma dan medan magnet dari bagian korona ini. Penyebabnya masih diperdebatkan.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Observatorium Dinamika Matahari NASA menangkap lontaran massa korona dari bagian bintik Matahari yang disebut AR2987. Lontaran massa tersebut terlihat mengarah langsung ke Bumi.

Menurut SpaceWeather, CME meluncur tak lama setelah ledakan. Para ahli memperkirakan hantaman dari CME itu mungkin menyebabkan gangguan geomagnetik kelas G2.

Dikutip dari Mashable, Rabu (13/4/2022), CME umumnya membutuhkan beberapa hari untuk mencapai Bumi, meski beberapa diantaranya yang berintensitas sangat kuat dapat mencapai Bumi dalam waktu 18 jam.

Ketika CME menghantam medan magnet Bumi, akan terjadi gangguan besar di magnetosfer karena aliran energi dari angin Matahari ke lingkungan luar angkasa di sekitar Bumi. Fenomena ini disebut sebagai badai geomagnetik.

Lembaga Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) dari Pusat Prediksi Cuaca Antariksa mengkonfirmasi fenomena tersebut dan memperingatkan akan terjadinya badai geomagnetik kelas G2 pada Kamis (14/4/2022) dan risiko badai radiasi Matahari pada Rabu (13/4/2022).

Ketika badai geomagnetik terjadi di medan magnet bumi, hal tersebut dapat menyebabkan padamnya gelombang radio. Badai yang menghantam transformator secara langsung dapat menyebabkan pemadaman listrik. (ATN)

Tags: Badai MatahariSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.