• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Banjir Menerjang Shaanxi, Krisis Energi China Berlanjut

by Redaksi Asiatoday
October 13, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Banjir Menerjang Shaanxi, Krisis Energi China Berlanjut

Banjir menerjang Shaanxi. Reuters

ASIATODAY.ID, SHAANXI – Banjir bandang menerjang wilayah Provinsi Shaanxi, China. Selain menelan korban jiwa, banjir juga melumpuhkan sejumlah tambang batubara di wilayah itu.

Provinsi Shaanxi merupakan pusat tambang batubara di China. Sebanyak 60 tambang batubara terpaksa berhenti total akibat bencana tersebut. Shaanxi berkontribusi sebesar 25% dari total produksi batubara di China.   Situasi ini mengakibatkan krisis energy listrik di China makin parah dan berkepanjangan.

Berdasarkan laporan Zhengzou Commodity Exchange, banjir di China membawa harga batubara terbang tinggi menembus angka USD219 per ton pada Senin (11/10/2021). Tak tanggung-tanggung, kenaikannya dua kali lipat dibandingkan awal tahun.

RelatedPosts

Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US

Hormuz Crisis Threatens Asia’s Energy Security as UN Urges US-Iran De-escalation

S&P Affirms Indonesia’s BBB Rating as Global Agencies See Steady Growth

“Awal tahun ini harga energi di pasar global meningkat tajam. Sementara pasokan listrik dan batu bara bersaing ketat menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah dan berpengaruh besar terhadap perekonomian,” tulis Dewan Negara China sebagaimana dilaporkan CNN Internasional, Senin (12/10/2021).

Bencana banjir terjadi saat China sedang berjuang meningkatkan pasokan batubara untuk mengatasi krisis energi. Tahun lalu, batubara berkontribusi 60% bauran energi di China.

Krisis energi di China menghantam 20 provinsi akibat pembatasan pasokan batubara sehingga banyak pabrik berhenti beroperasi. Padahal, secara konsumsi daya lsitrik Januari-Agustus tumbuh 14% dibandingkan tahun lalu akibat pulihnya aktivitas ekonomi.

Tak berhenti disitu, krisis energi juga diperparah perang dagang dengan Australia yang selama ini memasok batubara ke China. Sedangkan energi terbarukan (ET) masih tertatih-tatih mencukupi kebutuhan listrik di dalam negeri di tengah kebijakan menekan emisi karbon secara progesif hingga 2060. (ATN)

Tags: Asia DisasterBanjir ChinaBatubaraChinaKrisis Energi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Targets Global Halal Economy Leadership as Islamic Markets Expand
  • Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost
  • Australia–Indonesia Deepen Economic Integration Through Katalis 2.0
  • Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US
  • Hormuz Crisis Threatens Asia’s Energy Security as UN Urges US-Iran De-escalation
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.