ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan dewan eksekutifnya menyetujui US$1,4 miliar atau setara Rp19,8 triliun dalam pembiayaan darurat untuk Ukraina.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (9/3/2022), dana itu ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengeluaran yang mendesak dan mengurangi dampak ekonomi dari invasi Rusia.
“Invasi militer Rusia ke Ukraina telah menyebabkan krisis kemanusiaan dan ekonomi besar-besaran,” kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, dikutip dari Al Aljazeera, Kamis (10/3/2022).
“Kebutuhan pembiayaan besar, mendesak, dan bisa meningkat secara signifikan seiring perang berlanjut,” katanya.
Setelah perang usai, Ukraina kemungkinan akan membutuhkan “dukungan besar” tambahan.
Pemberi pinjaman global ini menyatakan pihak berwenang Ukraina telah membatalkan pengaturan pinjaman siaga yang ada dengan IMF, tetapi akan bekerja dengan dana tersebut untuk merancang program ekonomi yang tepat yang berfokus pada rehabilitasi dan pertumbuhan ketika kondisi memungkinkan. (ATN)
