• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bencana Iklim: 6 Tewas dan 46.000 Orang Mengungsi Akibat Banjir di Filipina

by Redaksi Asiatoday
December 26, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bencana Iklim: 6 Tewas dan 46.000 Orang Mengungsi Akibat Banjir di Filipina

Bencana banjir di Filipina. Foto Penjaga Pantai Filipina

ASIATODAY.ID, MANILA – Bencana iklim melanda wilayah Asia Tenggara, dimana titik terparah terjadi di Filipina.

Pasalnya, banjir menerjang Filipina tepat di Hari Natal dan mengakibatkan 46.000 orang terpaksa mengungsi, kata pejabat pertahanan sipil, Senin (26/12/2022).

Enam orang tewas dan sembilan lainnya hilang setelah hujan deras musiman menggenangi sebagian wilayah selatan Mindanao, tambah pejabat itu.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bencana tersebut mengurangi kemeriahan perayaan pada hari libur terpenting negara yang mayoritas beragama Katolik itu.

“Air naik di atas dada di beberapa daerah, tetapi hari ini hujan berhenti,” kata pekerja pertahanan sipil Robinson Lacre kepada AFP melalui telepon dari kota Gingoog.

Menurutnya, sebanyak 33.000 dari 45.700 orang yang dievakuasi dari rumah mereka.

Penjaga pantai mengatakan telah menyelamatkan anggota lebih dari dua lusin keluarga di kota Ozamiz dan kota Clarin di puncak banjir.

Foto-foto yang dirilis oleh penjaga pantai menunjukkan penyelamat berpakaian oranye menggendong balita yang diambil dari rumah di banjir setinggi pinggang.

Dua kematian dilaporkan di kota Jimenez.

Filipina tengah dan selatan dilanda cuaca buruk saat negara rawan bencana berpenduduk 110 juta orang itu memulai liburan hari Natal yang panjang.

Jutaan orang melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka untuk reuni keluarga selama periode ini.

Penjaga pantai juga mengatakan angin kencang dan ombak besar menenggelamkan perahu nelayan pada Hari Natal di lepas pantai pulau tengah Leyte. Dua awak kapal tewas, sementara enam lainnya berhasil diselamatkan.

Filipina berada di antara negara-negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim .

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa badai menjadi lebih kuat saat dunia menjadi lebih hangat. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Tags: Bencana iklimFilipina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.